BLITAR - Dunia pendidikan di Kabupaten Blitar sedang jadi perhatian publik, usai viralnya video tiga remaja perempuan diduga mabuk beberapa waktu lalu.
Video itu diduga diambil di area persawahan Kecamatan Sutojayan. Sayangnya, dinas pendidikan (dispendik) belum berhasil mengidentifikasi asal sekolah ketiga remaja itu.
Kabid SMP Dispendik Kabupaten Blitar Mariadi mengatakan, sudah mengetahui video tersebut sejak Jumat lalu (3/6).
Dalam posting-an itu yang diunggah pada Facebook, ada yang berkomentar bahwa dua remaja perempuan berasal SMP 2 Sutojayan. Mariadi langsung berkomunikasi dengan kepala sekolah, namun belum ada laporan hal tersebut.
“Sebenarnya saya akan ketemu dengan kepala SMP 2 Sutojayan, namun masih belum sempat karena ada banyak rapat. Saya ingin memastikan asal sekolah remaja putri itu. Bila benar anak didik kami, akan ditindaklajuti terkait penyebabnya,” ujarnya ditemui di kantornya, Senin (6/5/2024).
Dia melanjutkan, hingga kini belum ada laporan asal sekolah remaja putri itu. Hanya diketahui dari dua remaja itu masih duduk di bangku SMP dan 1 remaja masih di sekolah dasar (SD).
Maka dari itu, dispendik akan mengidentifikasi remaja tersebut. Sebab, kini menjadi perhatian publik di sosial media.
Untuk pendekatan akan diterapkan oleh dispendik, jika nanti remaja tersebut merupakan dari sekolah di bawah naungan Dispendik Kabupaten Blitar.
Dengan menelusuri faktor dibalik peristiwa itu, karena bisa saja mereka merupakan korban kekerasan. Selain itu, dimungkinkan kurang mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.
“Lebih jelasnya, kami akan mencari tahu permasalahan mereka hingga ketahuan mabuk seperti itu. Kami juga akan menggandeng Unit PPA dan psikiater untuk penanganannya. Kami tetap upaya mereka, tidak sampai putus sekolah,” ungkapnya.
Dia menyebut, sudah sering mengimbau dan sosialisasi di sekolah yang ditujukan kepada siswa dan walinya. Ada beberapa program yang ditujukan untuk meningkatkan dan memperbaiki karakter anak-anak.
Untuk diketahui, pada 3 Mei 2024 lalu viral video tiga remaja perempuan diduga mabuk. Dalam video itu, terlihat tiga orang remaja perempuan dengan sebuah motor Honda Scoopy warna merah dengan nopol AG 3965 KBU berada di tengah jalan persawahan. Lalu, sekelompok laki-laki menghampiri dan mendapati tiga remaja perempuan itu diduga dalam keadaan mabuk.
Kasi Humas Polres Blitar Iptu Heri Irianto membenarkan, adanya video viral itu berada di wilayah hukum Polsek Lodoyo Timur (Lotim) Polres Blitar. Polisi sempat mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan saksi.
Hasinya, tiga remaja perempuan itu merupakan warga Kecamatan Sutojayan. Yakni CEP, 14; AFH,15; dan HMS, 12. Ketiganya merupakan rekan bermain, karena berada di lingkungan tempat tinggal yang sama. Ketiga remaja putri itu masih di bawah umur, 2 anak SMP dan 1 anak lainnya masih MI.
Heri membenarkan, bahwa ketiga remaja memang dalam kondisi mabuk. Ketika diminta keterangan oleh anggoata Polsek Lotim mereka mengaku membeli arak jawa, dan dicampur dengan minuman bersoda.
“Saat ini kasus tersebut telah diselesaikan dengan tiga remaja perempuan itu dan diserahkan kepada orang tua, karena masih di bawah umur. Mereka juga diminta untuk membuat klarifikasi untuk tidak mengulangi tindakan serupa,” pungkasnya.(jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila