Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

SIPINDO Dampingi Petani di Desa Plosorejo Kabupaten Blitar untuk Tingkatkan Hasil Panen Berkualitas

Teguh Prasetyo • Kamis, 9 Mei 2024 | 16:54 WIB
SOLUSI PETANI: Project koordinator SIPINDO, Intan Ika Apriani memberikan hasil pengujian demplot ke petani Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar,(23/4/2024).
SOLUSI PETANI: Project koordinator SIPINDO, Intan Ika Apriani memberikan hasil pengujian demplot ke petani Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar,(23/4/2024).

BLITAR - Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SIPINDO) di bawah naungan Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) memberikan hasil pengujian demonstration plot (demplot) yang dilakukan akhir tahun 2023 hingga Maret 2024 bersama petani Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Selasa (23/4/2024).

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan beberapa stakeholder termasuk badan penyuluh pertanian (BPP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, hingga kelompok tani desa setempat. 

Kemudian, pelaksanaan demplot melibatkan petani tanaman pangan yaitu jagung dan padi, yang menjadi sebagian besar mata pencaharian warga sekitar. 

Upaya tersebut juga didukung dengan fokus SIPINDO memperbarui aplikasi yang dapat digunakan dengan mudah dan menyeluruh ke segmentasi petani hortikultura hingga tanaman pangan. 

“Hal tersebut guna mewujudkan pengembangan fitur kalkulator pupuk untuk padi dan jagung. Selain itu memberikan informasi rekomendasi pemupukan yang akurat, kualitas, waktu, dan tipe pupuk,” terang Project Kordinator SIPINDO, Intan Ika Apriani.

Saat kegiatan itu, SIPINDO memberikan laporan hasil demplot yang sudah dilakukan selama 4 bulan.

Hasil pemaparan menunjukkan signifikan untuk uji efikasi pemupukan rekomendasi aplikasi SIPINDO.

Dalam kesempatan yang sama, pemaparan hasil juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Arief Hartono, M.Sc. Agr.

Beliau menyatakan hasil dan evaluasi menunjukkan rekomendasi pemupukan SIPINDO dengan dosis 100 persen lebih maksimal daripada tanaman kontrol. 

Rekomendasi dari SIPINDO dapat digunakan sebagai salah satu informasi pemupukan berimbang berbasiskan lokasi untuk tanaman pangan yang akurat. 

“Kita lihat mudah-mudahan SIPINDO ke depannya dapat digunakan secara luas untuk petani di Indonesia dan berkembang juga di wilayah lain,” ungkapnya. 

Salah satu petani jagung, Sarni, mengaku merasakan perbedaan hasil dan proses dari tanam hingga panen. 

“Biasanya saya menanam dengan luasan 1ha menghabiskan benih jagung 15 kilogram. Dengan penggunaan rekomendasi pemupukan dari SIPINDO, masa pemupukan dan jenis pupuk dapat ditekan hingga 50 persen,” ujarnya. 

Hasilnya juga terlihat meningkat signifikan secara berat dan jumlah sehingga merasa puas.Petani lainnya, Sugiono menegaskan, penggunaan aplikasi yang mudah dipahami orang tua juga memiliki keakuratan tinggi. 

Jadi, dengan adanya SIPINDO ini dapat benar-benar memudahkan akses petani, khususnya untuk operasional pada pemupukan dan penggunaan obat,” katanya. 

Penyuluh BPP Kecamatan Kademangan, Mufarochah, menjelaskan bahwa menerapkan rekomendasi dari aplikasi SIPINDO ini. Hasilnya dari budidaya jagung hibrida meningkat tajam. 

Adanya program rekomendasi yang seperti ini harapannya dapat menjadikan Kademangan dan Blitar sebagai lumbung hasil tanaman pangan. 

Sementara itu, Subkoordinator Tanaman Pangan Bidang STPH DKPP Kabupaten Blitar Reni Indriyani memberikan tanggapan positif untuk petani sekitar, utamanya tanaman pangan. 

“Dibuktikan dengan demplot yang terlaksana dan mendapatkan hasil yang signifikan, harapannya SIPINDO dapat memberikan rekomendasi yang akurat.

Kedepannya dapat digunakan dengan mudah oleh petani Kademangan dan sekitarnya untuk menghasilkan panen berkualitas,” pungkasnya. (guh/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#petani #kabupataen blitar #dpp #SIPINDO #DKPP