BLITAR - Replika pesawat AS-202 Bravo bakal segera ”mendarat” di Bumi Bung Karno. Tepatnya di kompleks monumen PETA Kota Blitar.
Pesawat latih itu akan menghiasi kompleks bersejarah tersebut. Bersanding dengan pesawat F-86 Sabre yang sudah lebih dulu mendarat. Nantinya, replika pesawat latih itu ditempatkan di sisi barat monumen pejuang PETA.
”Mungkin minggu depan datang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono, Selasa (14/5/2024).
Edy mengatakan, pesawat latih yang akan dipasang tersebut bukan pesawat bekas milik TNI seperti sebelumya. Namun, pesawat itu merupakan replika yang sengaja dibuat persis seperti aslinya.
”Jadi nanti yang mengerjakan ada pihak ketiga. Model pesawat dibuat persis seperti aslinya,” terangnya.
Dinas telah mengalokasikan anggaran sekira Rp 250 juta untuk pengadaan replikasi pesawat tersebut.
Anggaran tersebut juga termasuk pembangunan pedestal atau penyangga pesawat. Pihak ketiga diminta untuk membuat replika pesawat AS-202 Bravo semirip mungkin.
Keberadaan replika pesawat itu diharapkan mampu menambah daya tarik kompleks Monumen PETA.
Dengan begitu, kendaraan tempur yang dipasang semakin lengkap. Sebelumnya, Pemkot Blitar sudah lebih dulu mendatangkan dua tank dan meriam.
Pemkot memang sengaja mendatangkan sejumlah peralatan tempur di kompleks Monumen PETA. Itu dalam rangka mempercantik tampilan depan Museum PETA.
Ya, sesuai rencana, pemkot bakal mengembangkan Museum PETA dengan memanfaatkan bangunan bekas tiga SMP negeri. Yakni, SMPN 3, SMPN 5, dan SMPN 6.
Untuk merealisasikan museum tersebut, pemkot telah merelokasi dua SMPN yakni SMPN 3 dan SMPN 5.
Sementara itu, SMPN 6 Blitar segera direlokasi tahun ini sembari menunggu pembangunan gedung baru SMPN 6 Blitar tuntas.
”Semoga secepatnya museum PETA terealisasi. Ini demi Kota Blitar semakin banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah,” tandasnya. (sub/c1)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila