BLITAR - Manusia mengalami transformasi luar biasa sepanjang proses hidupnya melalui sebuah aktivitas tanpa akhir yaitu aktivitas belajar.
Belajar merupakan sebuah proses terus menerus yang berperan sangat krusial dalam perkembangan pembentukan manusia menjadi individu berkualitas sebagai bentuk pemenuhan fitrahnya menjadi makhluk paling sempurna diantara semua makhluk Tuhan yang memiliki tanggung jawab menjadi khalifah di muka bumi ini. Manusia adalah subjek utama pembentuk sebuah peradaban.
Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan adanya perubahan dalam dirinya.
Perubahan yang terjadi cenderung nampak sebagai sesuatu yang biasa, padahal sesungguhnya ia merupakan sesuatu yang luar biasa karena melibatkan banyak aspek dan berlangsung secara terus menerus. Perubahan inilah yang disebut “transformasi”.
Transformasi-transformasi yang terjadi pada manusia sebagai hasil dari proses belajar ini meliputi transformasi pengetahuan (dari tidak tahu menjadi tahu), transformasi nilai-nilai (perubahan pola pikir dan perkembangankepribadian), transformasi keterampilan (dari tidak bisa menjadi bisa), serta transformasi sikap (dari tidak peduli menjadi peduli).
Transformasi pada diri manusia ini terjadi sebagai wujud respons akibat adanya stimulus yang dia terima sepanjang hidupnya baik secara formal (lewat sekolah) maupun non-formal (diluar lembaga sekolah).
Maka itulah merupakan sebuah keniscayaan bahwa manusia akan selalu berubah sepanjang kehidupannya seiring dengan stimulus yang dia terima. Di era digital, persaingan semakin terbuka, pun pula kesempatan belajar semakin terbentang lebar dengan adanya kemudahan akses internet.
Belajar tidak lagi terbatas oleh ruang dan waktu. Terbuka lebar kesempatan belajar seiring dengan besarnya tantangan-tantangan yang ada. Dunia menjadi sesuatu yang tak memiliki sekat.
Dalam sepanjang kehidupan, Tuhan akan selalu menyajikan tantangan-tantangan (baca:masalah-masalah) dalam perjalanan hidup seseorang sebagai bentuk stimulus baginya untuk berkembang menjadi versi terbaik dirinya.
Dalam rangka merespon stimulus yang ada, manusia telah dibekali Tuhan dengan akal, budi, pikiran, fisik dan insting.
Pengolahan atas hal tersebut akan menghasilkan kebudayaan. Baik kebudayaan yang tercipta dalam diri seseorang maupun kebudayaan komunal (misal kebudayaan sebuah bangsa). Versi sepert iapa yang akan terbentuk, sangat bergantung dari cara manusia tersebut saat menghadapi stimulus yang ada.
Wujud versi terbaik diri seorang manusia ini akan menentukan apa yang akan diaperbuat dalam hidupnya. Itulah yang akan menentukan peradaban seperti apakah yang akan dia ciptakan. Disinilah letak peranan manusia dalam pembentukan peradaban sebuah bangsa.
Belajar sepanjang hayat merupakan kewajiban bagi semua manusia yang tercipta sebagai makhluk Tuhan paling sempurna.
Pengalaman belajar akan mendorong manusia untuk memiliki keinginan merasakan pengalaman-pengalaman serupa dan memiliki rasa kepercayaan diri serta kebanggaan atas pencapaian-pencapaian yang ada.
Berkembang dan terus berkembang mencapai versi terbaik diri kita adalah merupakan tanggung jawab mendasar sebagai konsekuensi atas kelahiran kita sebagai manusia.
Dengan kata lain, kualitas sebuah bangsa akan sangat ditentukan oleh kemauan belajar individu warga negaranya.
Manakala sebuah bangsa memiliki warganegara yang gemar belajar dan memiliki kesadaran diri akan peranannya dalam membentuk sebuah peradaban, maka mimpi bahwa Indonesia menjadi sebuah bangsa yang berperadaban tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.(*)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila