BLITAR - Terlihat ratusan warga memadati lapangan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan. Mereka berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut, untuk menyaksikan kesenian tiban.
Di temani alunan langgam Jawa yang dibawakan grup campursari, di atas ring bambu nampak para pemain tiban dari berbagai wilayah di Blitar dan Tulungagung.
Para pemain tiban beradu taktik dan teknik dalam mengayunkan cambuk yang notabene menjadi alat untuk bertanding. Cambuk terbuat dari bahan sada aren atau lidi.
Tepuk tangan dari para penonton pun pecah ketika cambuk dari salah seorang pemain tepat sasaran mengenai badan lawannya.
Meskipun kesenian sudah eksis sejak ratusan tahun silam, penggemarnya masih banyak hingga kini.
Karena selain melestarikan budaya juga menjadi salah satu hiburan untuk warga yang menghabiskan waktu akhir pekan.
Salah seorang penonton, Eko Santoso menyukai kesenian tiban karena sangat menarik dan melestarikan budaya.
"Selain untuk hiburan, saya sangat tertarik dengan para pemain atau pelaku seni tiban,” kata Eko, sapaan akrabnya.
Dia mengaku, tertarik dengan pemain tiban karena resiko tinggi di depan mata, namun pemain tiban tak gentar demi tetap melestarikan budaya yang sudah turun temurun ada dari zaman dahulu.
“Semoga kesenian ini tetap terus lestari sampai generasi berikutnya," tandasnya. (iyo/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila