Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

UPT Perpustakaan Bung Karno Gelar Edukasi Keuangan, Kenalkan dan Pahamkan Prinsip Manajemen Bisnis UMKM

Teguh Prasetyo • Jumat, 24 Mei 2024 | 00:38 WIB
MENGAJAR : Aidil Wicaksono CEO Kaizen Room menyampaikan materi tentang keuangan kepada peserta literasi keuangan.
MENGAJAR : Aidil Wicaksono CEO Kaizen Room menyampaikan materi tentang keuangan kepada peserta literasi keuangan.

BLITAR - UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno terus berupaya meningkatkan kemampuan dan literasi masyarakat di berbagai bidang. 

Berakhir Rabu (22/5/2024), perpustakaan nasional ini menggelar Literasi Keuangan bagi para pelaku bisnis menengah atau mikro. 

Kegiatan yang digelar di samping amfiteater ini merupakan bentuk keseriusan dalam transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Acara dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin (20/5) hingga Rabu (22/5) dan diikuti kurang lebih 100 peserta dari berbagai latar belakang usaha dengan skala UMKM.

MENDAMPINGI: Rizki Ayu Febriana CLO dari Kaizen Room memberikan pengarahan kepada salah satu peserta literasi keuangan.
MENDAMPINGI: Rizki Ayu Febriana CLO dari Kaizen Room memberikan pengarahan kepada salah satu peserta literasi keuangan.

Dalam Literasi Keuangan ini, mendatangkan beberapa narasumber dari tim Kaizen Room, yaitu platform yang bergerak pada human capital development dan berfokus pada konsultan pengembangan potensi SDM. 

Selain itu juga mendatangkan stakeholder dari perbankan dan Pusat Kajian Halal ITS Surabaya.

Koordinator Pelayanan Informasi UPT Perpustakaan Proklamator Bung karno, Hery Purwanto, menegaskan pentingnya pengetahuan manajemen keuangan bagi para pelaku UMKM ini.

Karena lewat kegiatan ini, para peserta memahami bagaimana menata keuangan bisnis yang dijalankan dengan baik. 

”UPT Perpustakaan Bung Karno ingin menciptakan masyarakat yang gemar membaca, cerdas, dan pintar dalam memanajemen keuangan.

Untuk itu, kami berharap seluruh peserta yang berasal dari UMKM mampu mengatur keuangan secara profesional, dan usaha yang dijalankan dapat berkembang semakin besar dan bertumbuh,” ungkapnya.

Sementara itu, Fasilitator Literasi Keuangan Kaizen Room, Risky Ayu Febriana mengatakan, banyak hal yang harus diperhatikan dalam manajemen keuangan. 

Terutama pada pengaturan keuangan untuk usaha atau bisnis, baik UMKM maupun bisnis besar.

Para peserta dibekali pengetahuan dasar keuangan, serta rumus dan praktik dalam menghitung harga pokok produksi hingga harga pokok penjualan. 

“Kalau sudah menguasai itu, kita bisa mengetahui kondisi usaha yang kita jalani layak atau tidak, dan juga dapat dijadikan sebagai startegi usaha ke depannya,” katanya kepada Koran ini, Rabu (22/5).

Tak hanya itu, jelas Risky, Literasi Keuangan ini juga akan membentuk mental dari pengusaha.

Baik dari usaha yang masih dikatakan mikro hingga menengah dan akan memberikan dampak besar di kemudian hari. 

CEO Kaizen Room Aidil Wicaksono juga mengatakan bahwa pemahaman dan pertumbuhan bisnis UMKM yang dimulai dari keuangan adalah mengetahui tujuan step-by-step memilah keuangan pribadi, uang bisnis, hingga dana darurat agar dapat lebih bijak dalam menggunakan keuangan. 

Yang nantinya akan memberikan dampak pertumbuhan dalam bisnis secara positif. 

“Selain itu, berikutnya memahami company profile, inovasi produk, layanan dalam sudut pandang konsumen. Itu juga perlu dikembangkan seiring dengan pemahaman keuangan dalam bisnis,” terangnya. 

Pemateri terakhir dari ITS Surabaya, Ulfah Lailatul Khoiriah, menerangkan tentang tahapan-tahapan penting yang harus dipahami para pelaku UMKM. 

Karena selain keuangan, yang butuh perhatian juga adalah dokumen penunjuang berusaha seperti NIB (nomor induk berusaha). 

Usaha yang telah memiliki NIB akan terintegrasi dengan sistem OSS untuk pengurusan dokumen penunjang lainnya, seperti “halal” dalam makanan maupun non-makanan.

Di sisi ain, salah satu peserta literasi, Tri Muji Astiti, mengaku bahwa kegiatan Literasi Keuangan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu para pengusaha UMKM yang akan mulai berbisnis maupun yang bisnisnya sudah berjalan.

“Sebelumnya pada usaha saya sudah berjalan, tapi belum menerapkan prinsip keuangan. Adanya Literasi Keuangan ini membuat saya jauh lebih paham praktik dan prinsip keuangan.

Semoga ada Literasi Keuangan lanjutan, khususnya untuk pengembangan bisnis,” ungkapnya. (guh/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Perpustakaan Proklamator Bung Karno #pelaku bisnis #literasi keuangan