BLITAR - Memasuki tahun ajaran baru 2024 toko emas ramai diserbu warga. Bukannya beli, sebagian besar justru menjual untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah.
Penjaga toko emas, Mohammad Aldi mengatakan, fenomena itu lazim setiap tahun ketika penerimaan peserta didik baru (PPDB). Tokonya ramai pengunjung melepas emas.
“Minggu-minggu banyak warga menjual emas. Mereka menjual emas untuk biaya sekolah dan daftar ulang,” ujarnya.
Pemilik toko emas di simpang empat Kanigoro, Ilham Soleh mengaku, tokonya ramai pengunjung beberapa minggu terakhir. Per hari lebih dari 10 orang datang menjual emas.
Selain untuk kebutuhan biaya sekolah, harga emas naik menjadi salah satu pendorong warga lebih suka menjual dari pada membeli.
Pria yang sudah mendirikan usahanya sejak tahun 1970 ini mengungkapkan, harga emas bulan ini naik sekitar Rp 100 ribu per gram.
“Untuk emas muda dengan kadar kemurnian rendah di bawah 70 persen harganya sekitar Rp 500 ribu, sedangkan untuk emas tua dengan kemurnian mencapai 99,99 persen sekitar Rp 900 ribu,” ujar pria 60 tahun itu.
Dia mengungkapkan, kenaikan ini sudah terjadi sejak Ramadan tahun ini. Disebabkan harga emas internasional naik. Selain itu lemahnya kurs rupiah turut menyumbang harga emas naik.
Sebelum kenaikan itu, harga emas tua sekitar Rp 750 ribu. Sedangkan untuk emas muda sekitar Rp 400 ribu.
“Daya beli warga terhadap emas cenderung lesu. Penjualan emas minggu-minggu ini untung,” ujarnya. (mg2/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila