Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kabar PMI Asal Blitar Ditangkap di Korea Selatan Ternyata Palsu, Disnaker: Nanang Bukan Warga Blitar

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 25 Mei 2024 | 16:00 WIB
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker, Yopie Kharisma Sanusi
Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker, Yopie Kharisma Sanusi

BLITAR - Kabar terkait pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga asal Kabupaten Blitar menjadi tahanan polisi Korea Selatan, ternyata palsu. Hal itu diungkapkan Kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker, Yopie Kharisma Sanusi.

Dia mengaku bahwa pada 16 Mei lalu menerima berkas dari Dispendukcapil Kabupaten Blitar. Berkas itu berisi terkait pengecekan asal usul Nanang Luki, PMI yang diduga terjeras kasus penusukan di Korea Selatan.

“Surat dari dispendukcapil itu menyatakan bahwa tidak ditemukan data terkait asal atau tempat tinggal Nanang Luki di Kabupaten Blitar. Maka dari itu, PMI itu bukan warga Kabupaten Blitar,” ujar Yopie kemarin.

Dia melanjutkan, dari hasil konfirmasi dispendukcapil itu, disnaker tidak melanjutkan lagi penelusuran asal usul PMI tersebut.

Keberadaan Nanang Luki juga bukan kewenangannya lagi. Sebab, statusnya bukan warga Kabupaten Blitar.

“Kami sudah berusaha mencari keberadaan Nanang, ternyata bukan warga Blitar. Memang lahirnya di Blitar, mungkin sekarang sudah pindah domisili,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Nanang Luki sempat dikabarkan sebagai warga Kabupaten Blitar yang terlibat kriminal di Korea Selatan. Yopie mendapatkan kabar itu dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Korsel.

Informasi dari KBRI Korsel, pelaku penusukan itu hanya memiliki paspor. Identitas lain seperti kartu tanda penduduk (KTP) belum ditemukan.

Yopie menambahkan, Nanang ternyata melebih batas izin tinggal di Negeri Gingseng. Dia berangkat ke luar negeri sejak 2014.

Setelah itu, dia tidak memperpanjang izin tinggalnya dengan mengurus paspor atau visa. Maka dari itu, PMI ini tidak hanya bersalah terlibat kekerasan dengan temannya, tapi juga tidak mengantongi dokumen keimigrasian.

Hingga kini, disnaker tetap berkoordinasi dengan Dispendukcapil Kabupaten Blitar untuk mencari identitas lengkap Nanang.

Selain itu juga berkomunikasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan KBRI untuk memastikan identitas dan kondisi PMI yang dimungkinkan asal Kabupaten Blitar.

“Kami sempat terkendala untuk mencari data Nanang ini. Karena dia berangkat pada 2014 lalu memakai aplikasi yang berbeda dengan sekarang. Sedangkan aplikasi waktu itu sudah tidak bisa diakses lagi. Kami masih berusaha mencoba masuk aplikasi,” pungkasnya. (jar/c1/hai)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #PMI #penusukan #korea selatan #Disnaker