BLITAR - Stadion Soeprijadi Kota Blitar dikabarkan bakal menjadi kandang bagi Arema Malang untuk mengarungi Liga 1 musim 2024-2025.
Stadion berkapasitas 10 ribu penonton tersebut menjadi opsi setelah kandang Arema yakni Stadion Kanjuruhan masih dalam renovasi.
Ketua Askot PSSI Kota Blitar, Yudi Meira mengatakan, hingga saat ini belum ada kepastian soal Stadion Soeprijadi yang bakal jadi kandang Arema.
Saat ini, PSSI Kota Blitar masih menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait hal itu. Pihaknya pun mengaku siap jika Stadion Soeprijadi dijadikan kandang Arema Malang.
“Belum ada omongan. Belum ada tembusan ke kita Kita tunggu saja dulu. Kalau sudah ada konfirmasi, baru kami bisa memastikan hal itu,” kata Yudi Meira.
Kabar ini tidak hanya berkembang sekali. Sebab, Arema sendiri sebenarnya sudah digadang-gadang akan menggunakan Stadion Soeprijadi sejak pertengahan musim lalu.
Namun, rencana itu batal sehingga Singo Edan tetap berkandang di Bali sampai akhir kompetisi. Di sisi lain, Stadion Soeprijadi bukanlah tempat yang asing bagi Arema.
Stadion berkapasitas 10 ribu penonton itu sempat beberapa kali menjadikan tempat perhelatan pertandingan antara Arema dan klub lain.
Tidak hanya itu, pada 2023 lalu, PSSI dan Polri sempat melakukan asesmen di Stadion Soeprijadi Kota Blitar.
Kala itu, Stadion Soeprijadi juga diwacanakan bakal menjadi kandang bagi Arema FC usai tragedi Kanjuruhan.
Hasilnya, kualitas rumput dan lampu stadion kebanggaan warga Kota Blitar ini dinyatakan layak digunakan untuk pertandingan Liga 1.
“Kualitas rumput yang ada di Stadion Soeprijadi masih layak untuk digunakan klub Liga 1. Sementara untuk lampu di Stadion Soeprijadi Kota Blitar telah melebihi standar pencahayaan yang ditetapkan PSSI,” ungkapnya.
Kemudian, ruang ganti Stadion Soeprijadi Kota Blitar telah dilakukan perbaikan dan dinyatakan cukup layak untuk dijadikan kandang bagi klub Liga 1.
Aspek yang masih kurang dari Stadion Soeprijadi Kota Blitar adalah tribun dan pintu masuk.
Sesuai regulasi Liga 1, tribun penonton harus single seat. Namun, Stadion Soeprijadi belum memilikinya.
Hal yang sama dengan akses pintu masuk, tim asesmen PSSI juga meminta akses keluar masuk penonton dan tim sepak bola dipisahkan.
“Dua catatan yang menjadi perhatian kami. Akan kami lakukan perbaikan dengan pihak ketiga,” pungkasnya.(jar/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila