BLITAR - Bus pariwisata milik warga Desa/Kecamatan Ponggok, yang kecelakaan di Tol Jombang-Mojokerto hingga mengakibatkan dua orang meninggal dunia, telah dilengkapi dengan sistem pantau.
Salah satu keluarga pemilik bus, Supono, mengaku bahwa bus yang dimilikinya itu dilengkapi sistem pantau langsung sehingga bisa terdeteksi dari rumah.
Sebelum kecelakaan terjadi, pihaknya curiga karena melihat grafik gas yang naik turun tidak teratur. Anaknya pun curiga dan ingin menegur. Namun terlambat karena kecelakaan sudah terjadi.
“Bus yang kecelakaan tersebut milik anak saya. Anak saya sudah ke Jombang, mengurus bus kecelakaan dan menyelesaikan masalah tersebut. Bantuan yang diberikan kepada para korban dari Jasa Raharja sudah beres semua,” ujarnya.
Menurut dia, Jasa Raharja berfungsi membantu pihak yang meninggal. Berkas-berkas permohonan bantuan akan diselesaikan agar segera ada santunan.
“Bus mengalami kerusakan di bagian depan sebelah kiri karena menabrak truk,” tandasnya.
Ada beberapa bagian depan bus rusak berat dengan kaca bus pecah. Akibatnya, sang kernet meninggal karena terjepit bodi. “Terparah di sebelah kiri. Sebelah kanan tidak seberapa parah,”jelasnya.
Lanjut dia, kecelakaan tersebut disebabkan keinginan sopir untuk menuju rest area yang jaraknyasekitar 50 meter.
Diduga dalam perjalanan tersebut, sopir sudah tidak bisa menahan kantuk, hingga akhirnya bus oleng dan mengakibatkan kecelakaan.
“Dari Madiun sebenarnya sudah istirahat di rest area. Saat di Jombang itu, karena jarak kurang 50 meter sampai rest area, supir nekat hingga akhirnya kecelakaan. Padahal sebelumnya saat ke Surabaya atau mana pun itu tidak pernah mengalami kecelakaan.
Kami juga rutin mengurus uji kir, servis, dan beberapa berkas lain. Kalau tidak begitu, kami apa berani. Jadi, kecelakaan ini murni karena apes,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata yang membawa pelajar dan guru SMP asal Malang mengalami kecelakaan pada Selasa (21/5/2024) sekitar pukul 23.45 WIB.
Peristiwa kecelakaan di tol Jombang-Mojokerto tersebut mengakibatkan dua orang meninggal. Yakni, Edy Sulistiyono, 46, kernet bus, dan satu guru bernama Edy Kresna Handaka, 62. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila