BLITAR - Calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Blitar harus bersiap-siap untuk berangkat ke Tanah Suci yang dilakukan pada Rabu (29/5).
Dari ratusan CJH, ada 2 jemaah berangkat memakai ambulans. Sebelumnya, koper CJH sudah dibawa Kemenag pada Selasa (28/5) ke asrama haji Surabaya.
Terpantau koper milik 937 CJH disimpan dalam ruang kelas MAN 1 Blitar sejak Minggu (26/5) kemarin.
Koper itu dicek berat barang dan dibatasi tidak lebih 32 kilogram (kg). Hasilnya tidak ada koper melebih batas yang ditentukan.
Sehingga ratusan koper CJH siap diberangkat pada Selasa pukul 16.00 WIB dengan diangkut 9 truk.
“Koper ini harus masuk ke asrama haji Sukolilo, Surabaya pukul 20.00 WIB. Ada 9 truk membawa koper dari 3 kloter. Mereka terbagi, truk 1, 2 dan 3 membawa koper milik CJH kloter 68.
Truk 4, 5, 6 membawa koper milik kloter 69. Sedangkan truk 7, 8, 9, membawa koper dari kloter 70,” ujar Kasi Penyelanggara Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Blitar, Hamim Tohari.
Dia melanjutkan, ratusan koper ini nantinya akan diperiksa lagi petugas asrama haji. Dengan dilakukan scan, untuk mengetahui adanya barang-barang yang mencurigakan.
Untuk mengantisipasi hal itu, Kemenag sudah memastikan tidak ada barang mencurigakan milik CJH dari Kabupaten Blitar.
Hamim menyebut rata-rata berat dari koper para CJH Kabupaten Blitar mulai 15 kg hingga 25 kg. Memang untuk keberangkatan ukuran itu yang sering dijumpainya.
Namun berbeda ketika jemaah saat pulang dari Tanah Suci, berat koper tentu sampai lebih dari 30 kg karena banyak membawa oleh-oleh.
" Semua koper jemaah insyallah dalam kondisi aman," pungkasnya.(jar/din)
Editor : Agus Muhaimin