BLITAR - DINAS Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar berkolaborasi dengan SMKN 1 Kademangan gelar job fair guna memfasilitasi para pencari kerja.
Tak hanya itu, kegiatan yang digelar di SMKN 1 Kademangan ini juga merupakan upaya untuk menurunkan angka pengangguran.
Kegiatan yang digelar pada 30-31 Mei 2024 ini dibuka oleh Bupati Blitar Rini Syarifah dan dihadiri sekitar 60 perusahaan skala nasional dengan ribuan lowongan pekerjaan.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Terbukti dengan padatnya pencari kerja yang memenuhi area SMKN 1 Kademangan.
Tingginya angka pengangguran disebabkan oleh beberapa factor. Di antaranya, pertumbuhan angkatan kerja yang tidak seimbang dengan lapangan kerja yang tersedia.
Selanjutnya, keterampilan dan kualifikasi pencari kerja yang tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industry. Serta minimnya informasi lowongan pekerjaan yang tersedia.
“Dengan dibukanya job fair ini, semoga dapat mengurangi tingkat pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Blitar, ” ungkap Bupati Blitar Rini Syarifah.
Pemerintah Kabupaten Blitar terus berupaya untuk mengatasi masalah pengangguran melalui job fair atau bursa kerja, serta ditindaklanjuti pelatihan berbasis BNSP untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja.
Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan bimbingan jabatan ataupun menumbuhkan wirausahawan baru.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut menyarankan para pencari kerja untuk tidak berpatokan pada nominal gaji yang diberikan.
Selama para pencari kerja berkualitas, totalitas, komitmen, loyal, dan mampu menambah kompetensi diri, tentu akan mendapatkan gaji yang tinggi selama mau menikmati setiap prosesnya.
“Saya harap kepada para pencari kerja untuk memanfaatkan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikutilah proses seleksi sebaik-baiknya dan tunjukkan kemampuan terbaik Anda,” imbuhnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Tavip Wiyono menjelaskan, 60 perusahaan tersebut berasal dari perusahaan swasta serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari berbagai kota besar yang sudah memiliki nama harum di kancah nasional.
Dia berharap job fair ini dapat memfasilitasi para pencari kerja.
Terkait persyaratan yang harus dikumpulkan, Tavip menegaskan, persyaratan secara khusus berbeda-beda setiap perusahaan.
Maka dari itu, para pencari kerja diimbau membaca dengan teliti persyaratan dari perusahaan impiannya agar bisa lolos seleksi administrasi.
Tavip berpesan agar para pencari kerja yang nanti lolos dan mendapat pekerjaan untuk melapor ke disnaker.
“Ya, nanti silakan melapor, untuk data baseberapa yang lolos atau tidak lolos agar datanya valid,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Kademangan, Hadi Sucipto mengatakan, job fair ini merupakan agenda tahunan yang bekerja sama dengan disnaker.
Sasaran utamanya adalah siswa kelas XII dan alumni SMK Kabupaten/Kota Blitar. Sesuai dengan visi SMK untuk mendukung siswanya segera bekerja, baik di dunia usaha maupun industri.
“Anak-anak tetap semangat. Jangan menyerah dalam proses pencarian kerja. Dengan bekal kompetensi yang diberikan sekolah, semoga bisa sukses,” ungkapnya.
Dia menuturkan ada lebih dari 100 perusahaan yang ingin ikut pada job fair kali ini. Namun, hanya dibatasi 60 perusahaan karena terbatasnya lokasi. (nan/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila