BLITAR - Beragam cara sekolah untuk melatih kepedulian sosial kepada siswa. Ada momen yang mengajak anak didiknya turun ke masyarakat.
Termasuk dilakukan salah satu lembaga pendidikan di Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, takziah bersama hingga mengikuti kultum di masjid sekitar madrasah.
Didampingi para guru, siswa kelas V dan VI diajak takziah bersama ketika ada warga yang meninggal dunia di lingkungan sekitar madrasah.
Selain ikut mendoakan jenazah, siswa juga diajak menggelar salat jenazah bersama para guru.
“Takziah bersama di lingkungan sekitar, secara tidak langsung bisa melatih kepedulian sosial anak-anak di tengah masyarakat,” jelas guru kelas VI MI Plus Raudlatul Muta’allimin, Imam Hanafi SPd.
Pria yang juga Sekretaris Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Kecamatan Sanankulon ini mengaku, agenda takziah bersama ini sudah berjalan lama, yakni sudah berlangsung sejak 2007 lalu.
Jadi, kata dia, setiap kali mendapatkan kabar duka, terutama di Desa Kalipucung, keluarga besar madrasah tersebut segera berangkat.
Bahkan, agenda takziah bersama juga pernah mencapai wilayah Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, karena ada wali murid yang meninggal dunia. Kebetulan, lokasi dua desa lain kecamatan ini bertetangga.
Selain agenda takziah di lingkungan sekitar, juga mendapatkan materi tambahan sebagai bekal hidup bermasyarakat.
Misalnya, di luar pelajaran, khusus anak didik kelas IV, V, dan VI, mendapat materi dalam kitab Risalatul Mahid, seputar pengetahuan haid, serta Akhlaqul Banin, seputar pengetahuan akhlak.
Program tambahan mengaji kitab tersebut berlangsung setiap Sabtu, dan sudah berlangsung sekitar 3 tahun terakhir.
Selain itu, setiap pagi juga ada kultum setelah salat Dhuha yang diikuti siswa di Masjid Jami Al A’laa. (apr/ynu/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila