BLITAR - Arema FC dipastikan akan berlaga di Stadion Soeprijadi Kota Blitar sebagai home base di putaran pertama Liga 1 2024/2025.
Hal itu dipastikan usai manajemen Singo Edan berkunjung ke Kota Blitar. Saat ini tinggal menunggu izin dari Pemkot Blitar.
General Manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi mengatakan, tim Arema FC hanya untuk putaran pertama karena menunggu renovasi Stadion Kanjuruhan yang dipastikan selesai pada akhir tahun ini.
“Kami hanya meminjam Stadion Soeprijadi untuk putaran satu Liga 1. Sedangkan untuk putaran kedua, kami pulang kembali ke Stadion Kanjuruhan. Sehingga Arema FC hanya sekitar 6 hingga 7 laga kandang di Kota Blitar,” kata Yusrinal.
Dia melanjutkan, Stadion Soeprijadi dipilih karena venue terdekat dengan Malang dan lolos asesmen.
Baca Juga: Benarkah Arema Ngandang di Stadion Soeprijadi Kota Blitar Pada Liga Satu? Askot Menunggu Kejelasan
Maka dari itu, pihaknya bersilaturahmi ke Pemkot Blitar untuk memulai kompetisi Liga 1 di Bumi Bung Karno.
Selain itu, manajemen Arema FC juga telah berkoordinasi dengan pihak keamanan yakni Polres Blitar Kota.
Bagaimana untuk penjualan tiket pertandingan Arema FC di Blitar? Yusrinal menjelaskan belum ada pembahasan terkait itu di internal. Dalam waktu dekat, hal itu akan dibahas sehingga patut ditunggu untuk harga tiketnya.
“Kami berharap dapat diterima Pemkot Blitar dan masyarakat Kota Blitar. Karena ada beberapa kejadian-kejadian negatif yang terjadi sebelumnya, menjadi pembelajaran bagi kami untuk menyusun SOP baru untuk menyelenggarakan pertandingan,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Blitar Yudi Meira mengaku sudah menerima kedatangan manajemen Arema Malang.
Dia langsung mempersilakan mereka untuk melihat kondisi dan kelayakan Stadion Soeprijadi.
Mulai dari rumput lapangan, ruang ganti pemain, ruang wasit, hingga tribun penonton.
Tidak hanya itu, Yudi Meira juga menjelaskan bahwa kapasitas 10 ribu penonton hanya akan dipergunakan separonya yakni 5.000 orang.
Untuk fasilitas parkir, penonton akan mempergunakan lahan pusat informasi pariwisata dan perdagangan (PIPP) yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar.
Dengan begitu, penonton akan berjalan kaki menuju stadion yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat fasilitas parkir tersebut.
Tujuannya untuk mengantisipasi membeludaknya suporter Arema FC yang menyaksikan pertandingan.
“Alhamdulilah, kita sudah menerima surat dari manajemen Arema FC, dan surat tersebut akan kita teruskan ke wali kota untuk ditindaklanjuti bersama stakeholder,” pungkasnya.(jar/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila