Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Selama Mei, Selopuro Kabupaten Blitar Jadi Juara Kasus Flu Singapura Terbanyak, Dinkes Beberkan Alasannya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 5 Juni 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi flu singapura yang terjadi pada anak
Ilustrasi flu singapura yang terjadi pada anak

BLITAR - Kasus DBD memang mulai melandai. Namun, kini, kasus flu Singapura di Bumi Penataran mencolok mata. Kecamatan Selopuro mendominasi kasus tersebut selama sebulan terakhir.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan, puluhan kasus flu Singapura ini ditemukan di 16 fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Laporan itu menunjukkan temuan kasus suspek flu Singapura dari minggu 18 hingga minggu 21 atau selama Mei.

"Data yang kami peroleh, ada 16 fasyankes menyerahkan laporan kasus flu Singapura. Dari jumlah itu, ada 11 puskesmas dan 5 rumah sakit swasta dan negeri. Hanya 5 fasyankes yang nihil kasus,” ujar Anggit.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Blitar, kasus flu Singapura cukup tinggi pada Mei ini. Pada minggu pertama ada 15 kasus, minggu ke-2 ada 18 kasus, minggu ke-3 ada 40 kasus, dan minggu ke-4 ada sekitar 26 kasus. Mayoritas penderita ditangani Puskesmas Selopuro dengan 30 kasus.

Anggit mengatakan, temuan kasus suspek flu Singapura tidak hanya terjadi di Kabupaten Blitar, tapi juga ditemukan di beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Maka dari itu, dinkes meminta masyarakat lebih waspada pada gejala flu Singapura dan meningkatkan daya tahan tubuh.

"Flu Singapura ini awalnya ada demam, sama seperti penyakit lainnya. Kemudian keluar memar di tangan, kaki, dan stomatitis di area rongga mulut. Dapat disembuhkan dalam masa kurang lebih 7 hingga 10 hari dengan penanganan tepat,” ungkapnya.

Menurut Anggit, penderita flu Singapura ini harus meningkatkan daya tahan tubuh dengan menjaga kebersihan dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Selain itu, harus segera mengobati demam yang dialami penederita.

"Kalau demam tidak kunjung sembuh dan ada gejala lain, bisa segera ke fasyankes untuk mendapatkan penanganan secara tepat,” tutur Anggit.

Flu Singapura ditularkan melalui kontak kulit, udara pernapasan, atau cairan blister. Selain itu, makan dan minum yang dikonsumsi bersama, hingga cairan atau droplet yang terlempar ke udara saat bersin dan batuk.

Anggit menambahkan, pasien suspek flu Singapura didominasi oleh anak-anak. Mulai dari anak di bawah lima tahun (balita) hingga di bawah usia 10 tahun.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat dan orang tua lebih waspada dengan kondisi anak.

“Kami akan menggencarkan sosialisasi pencegahan dan penanganan terkait kasus flu Singapura yang saat ini merebak di Kabupaten Blitar,” pungkasnya. (jar/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#dinkes #Kabupaten Blitar #kasus flu singapura #Kecamatan Selopuro