BLITAR - Arema FC gagal ber”kandang” di Stadion Soeprijadi Kota Blitar untuk setengah musim Liga 1 2024-2025. Itu setelah Wali Kota Blitar Santoso, ogah mengizinkan stadion kebanggaan masyarakat Bumi Bung Karno itu digunakan untuk laga Singo Edan – julukan Arema FC.
Alasan Santoso, masyarakat Kota Blitar masih trauma dengan peristiwa beberapa tahun lalu, yakni pada 2020 lalu, pertandingan antara Persebaya versus Arema FC yang digelar di Stadion Soeprijadi. Akhirnya berujung kerusuhan antar suporter.
Bonek mania dan aremania bentrok hingga mengakibatkan kerugian material yang dialami warga Kota Blitar.
Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar itu tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.
Menurut dia, sebagian besar masyarakat Kota Blitar masih trauma dengan kerusuhan antar pendukung dua tim rival tersebut.
”Tampaknya masyarakat masih trauma dengan peristiwa yang dulu. Ketika Arema bertanding di Blitar, kemudian terjadi kekacauan yang justru merugikan warga,” terang Santoso kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (6/6/2024).
Pihaknya memang beberapa waktu lalu menerima surat permohonan penggunaan Stadion Soeprijadi untuk kandang sementara Arema FC.
Stadion tersebut akan dijadikan basecamp tim Singo Edan, lantaran Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Malang masih direnovasi pasca tragedi Kanjuruhan.
Bahkan, perwakilan dari Arema FC juga sudah meninjau Stadion Soeprijadi untuk memastikan kelayakan stadion.
Namun, setelah mendengar saran dan masukan dari sejumlah elemen masyarakat, Santoso memutuskan untuk tidak memberikan izin penggunaan stadion. Pemanfaatan stadion sifatnya adalah pinjam pakai yang direncanakan sampai Desember.
”Saya masih ingat peristiwa waktu itu. Sepeda motor warga dibakar. Bahkan mobil saya juga rusak, kaca depan pecah. Menghilangkan trauma ini tidak semudah yang dibayangkan. Ditambah peristiwa Kanjuruhan,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar Aminurcholis mengungkapkan, sudah mendengar arahan dari wali kota yang tidak mengizinkan Stadion Soeprijadi untuk jadi basecamp Arema FC.
”Nanti kami tindaklanjuti dengan berkirim surat ke pihak Arema FC sesuai perintah pak wali,” jelasnya.
Alasan dan pertimbangan Wali Kota Santoso tersebut, kata Cholis, akan menjadi bahan evaluasi untuk disampaikan kepada Arema FC.
Intinya, Pemkot Blitar belum bisa memenuhi permohonan Arema FC yang ingin berkandang di Stadion Soeprijadi.
”Memang saat kami dipanggil pak wali tadi (kemarin, Red), alasan utama adalah trauma tentang kejadian pada 2020. Pak wali dengan tegas memohon maaf kepada Arema FC karena belum bisa memberikan izin,” tandasnya. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila