Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Puncak Ibadah Haji, Banyak Jemaah Asal Kabupaten Blitar Keluhkan Kelelahan, Gejala Sakit Berikut Juga Pengaruhi

Fajar Rahmad Ali Wardana • Rabu, 12 Juni 2024 | 19:00 WIB

 

PERSIAPAN: Petugas haji Kabupaten Blitar mendampingi jemaah lansia yang menjalani ibadah sunah di Tanah Suci Makkah.
PERSIAPAN: Petugas haji Kabupaten Blitar mendampingi jemaah lansia yang menjalani ibadah sunah di Tanah Suci Makkah.

BLITAR - Banyak jemaah haji asal Kabupaten Blitar yang mengalami gejala batuk, flu, dan kecapekan menjelang puncak ibadah haji.

Hal itu disebabkan karena mereka banyak mengeluarkan tenaga untuk ibadah sunah di Masjidil Haram. Padahal, mereka harus menyimpan banyak energi karena akhir pekan ini rangkaian ibadah haji dimulai.

Ketua Kloter 69 Kabupaten Blitar, Mukhroji mengatakan, secara umum kondisi jemaah Kabupaten Blitar dalam kondisi sehat.

Artinya tidak ada yang sampai dilarikan ke rumah sakit. Hanya saja, banyak yang mengeluhkan batuk dan flu hingga kelelahan.

“Alhamdulilah untuk kloter 69 Kabupaten Blitar, jarak kantor Maktab dengan Masjidil Haram mencapai 3 kilometer (km). Meskipun jauh, pemerintah Arab Saudi sudah menyiapkan armada bus untuk mengurangi rasa lelah,” ujar Mukhroji.

Kasi Bimais Kemenag Blitar ini juga telah telah mengimbau kepada jemaah untuk mengurangi kegiatan di Masjidil Haram.

Maka dari itu, dia menyarankan kepada jemaah untuk melakukan ibadah di musala dekat Maktab. Sebab, stamina dan kesehatan para jemaah perlu disiapkan saat rangkaian ibadah haji 3 hari lagi.

Perkiraan puncak ibadah haji terjadi pada Sabtu atau 9 Zulhijah. Menurut Muhkroji, jemaah Kabupaten Blitar akan dijemput untuk menuju Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) pada Jumat sore, 14 Juni. Keesokan harinya, mereka akan melangsungkan wukuf di Arafah.

“Kami kemarin Senin (10/6/2024) sudah melakukan survei Armuzna, tempat seluruh jemaah akan melaksanakan rangkaian ibadah haji. Alhamdulillah, tenda di Arafah dan Mina sudah siap,” ungkapnya.

Ada regulasi berbeda pada ibadah haji tahun ini, terutama di kawasan Armuzna. Hanya pemegang visa haji dan kartu pintar (smart card) yang bisa memasuki kawasan Armuzna.

Jemaah yang tidak memiliki smart card dilarang masuk ke Armuzna apa pun kedudukannya. Pemerintah Saudi menempatkan para petugas yang memeriksa dan memastikan seluruh jemaah di Armuzna memiliki smart card.

Tidak hanya itu, pemerintah Indonesia juga melakukan kebijakan Murur dan non-Murur. Murur ini merupakan perjalan dari Arafah menuju Muzdalifah untuk bermalam, akan tetapi tidak turun dari bus, kemudian dilanjutkan ke Mina. Jemaah yang ikut Murur ini tergolong lansia, risiko tinggi, dan pengawasan khusus.

“Sedangkan jemaah lainnya disebut non-Murur tetap melaksanakan ibadah haji dengan bermalam di Muzdalifah.

Namun, turun dari bus untuk mencari kerikil dan dibawa ke pintu keluar menuju Mina. Kami mohon doa kepada semua warga Blitar untuk mendoakan agar perjalanan haji berjalan dengan lancar dan selalu diberi kesehatan,” pungkasnya. (jar/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #jemaah haji #Masjidil Haram