BLITAR - Ikhtiar Arema FC untuk menjadikan Stadion Soepriadi sebagai home base menjalani Liga 1 musim 2024-2025 belum berhenti.
Sayangnya, beberapa upaya yang dilakukan manajemen Singo Edan, julukan Arema FC, bakal menghadapi tembok terjal.
Itu setelah Wali Kota Santoso menunjukkan sinyal enggan untuk memberikan jalan bagi tim asal Malang tersebut.
Sebelumnya, manajemen tim kebanggan warga Malang itu telah mengajukan permohonan audiensi, tapi tidak mendapatkan respons positif.
Wali Kota Blitar Santoso mengaku telah menyerahkan urusan audiensi kepada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar.
Pihaknya juga sudah memberikan arahan kepada dispora terkait permasalahan serta untung rugi pemakaian stadion tersebut.
”Intinya, warga Kota Blitar masih trauma dengan kejadian di Kota Blitar dan Kanjuruhan beberapa waktu lalu. Rasa traumatis ini tidak mudah dihilangkan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (13/6/2024).
Keputusan tidak memberi izin penggunaan Stadion Soeprijadi kepada Arema FC tersebut, kata dia, sudah matang. Dia bahkan sudah berpikir dua kali untuk meyakinkan keputusan tersebut.
”Yang dulu aja belum hilang. Jangan-jangan di sini nanti malah menciptakan kegaduhan lagi,” terangnya.
Terkait jaminan keamanan dari aparat kepolisian dan sejumlah antisipasi yang bakal dilakukan, menurut dia, itu memang sudah menjadi wewenang kepolisian. Namun, belum tentu antisipasi yang disiapkan berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
”Okelah, antisipasi sudah matang, tetapi prakteknya di lapangan juga tidak gampang. Sekali lagi, untuk saat ini saya belum bisa mengizinkan Stadion Soeprijadi jadi home base Arema FC,” tegas pria berkacamata ini.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Blitar Yudi Meira mengungkapkan, Stadion Soeprijadi sebetulnya sudah mendapat asesmen dari PSSI untuk laga sepak bola Liga 1. Kelayakan Stadion Soeprijadi juga akan menjadi penilaian PSSI.
”Jadi, layak atau tidaknya stadion untuk pertandingan Liga 1 tergantung penilaian PSSI. Jadi bukan pemkot yang menjawabnya,” terangnya.
Terkait masalah pengamanan, kata Yudi, pihaknya sebenarnya sudah berkomunikasi dengan kepolisian. Bahkan, saat itu juga bersama manajemen Arema FC.
”Hasilnya, kepolisian saat itu tetap menunggu rekomendasi dari pemkot. Jika pemkot belum merekomendasi, otomatis dari Polres Blitar Kota belum bisa memberikan izin,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila