Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Panen Cacing Hati di Hari Kedua Idul Adha, Warga Blitar Punya Cara Efektif Agar Tidak Salah Pilih Hewan Kurban

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 19 Juni 2024 | 23:10 WIB

 

AMAN DAN SEHAT: Warga sedang memasukkan daging kurban pada wadah sesek yang diyakini lebih aman dan ramah lingkungan.
AMAN DAN SEHAT: Warga sedang memasukkan daging kurban pada wadah sesek yang diyakini lebih aman dan ramah lingkungan.

BLITAR - Cacing hati kembali ditemukan pada ratusan hewan kurban yang disembelih pada hari kedua Idul Adha. Tidak hanya sapi, parasit itu juga merusak organ dan daging kambing kurban.

Kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (keswan dan kesmavet) disnakkan, Nanang Miftahudin mengungkapkan, sekitar 137 ekor sapi dan 103 ekor kambing diketahui terpapar cacing hati. Selain itu, dia juga menemukan seekor sapi yang mengalami pneumonia.

“Ini ada peningkatan jika dibandingkan dengan hari pertama. Soalnya di hari pertama ada sekitar 200 ekor hewan kurban yang terkena parasit ini. Sedangkan di hari kedua ini totalnya 241 ekor hewan kurban,” ujarnya.

Dia mengungkapkan jumlah keseluruhan hewan kurban yang terpotong hingga hari kedua ini sekitar 16.451 ekor.

Terdiri dari seekor kerbau, 2.110 sapi, 14.014 kambing, dan 326 domba. Jumlah ini mengalami peningkatan jika dibandingkan pada hari pertama yang sempat sebanyak 12.133 hewan kurban.

Nanang meyakini jumlah ini akan bertambah di hari ketiga besok (hari ini, Red). “Jumlah itu kami peroleh dari 3.088 titik lokasi pemotongan hewan korban. Dari jumlah hari kedua ini mampu terdistribusi daging kurban sebanyak 388.896 bungkus,” ungkapnya.

Selain mengungkapkan soal peningkatan jumlah kurban,Nanang juga menjelaskan bahwa rumah potong hewan (RPH) milik Kabupaten Blitar melayani penyembelihan kurban.

Tercatat ada 63 ekor hewan kurban sapi dan kambing yang sudah dipotong di fasilitas pemerintah tersebut.

Cacing hati memang menjadi momok saat berkurban. Karena itu, masyarakat memang harus jeli saat memilih hewan kurban. 

“Paling gampang itu beli dari peternaknya langsung. Jadi tahu kondisi hewan lebih detail,” ujar Rais Abin salah seorang warga.

Dia mengatakan, selain cacing hati, ada hal yang kadang diabaikan. Misalnya ,pembungkus daging kurban. Dia mengaku selalu memanfaatkan barang-barang ramah lingkungan sebagai piranti pembungkus daging tersebut.

“Pemerintah sudah mengimbau mengurangi plastik, makanya sesek jadi alternatif, dan itu bagus. Meskipun sekarang agak susah didapatkan,” terangnya. (mg2/c1/hai)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #Idul Adha #Disnakkan #hewan kurban #keswan dan kesmavet