BLITAR - Melimpahnya daging pada momen Idul Adha selain membawa berkah bagi masyarakat, juga memberikan sumbangsih pada penjual buah terutama semangka.
Penjualan buah yang dipercaya bisa menurunkan tekanan darah tinggi tersebut naik dua kali lipat.
Di momen Idul Adha, biasanya semangka menjadi makanan pendamping menu daging kurban.
Tak sedikit warga yang memburu buah berdaging merah tersebut untuk santapan pendamping.
Salah satu pedagang buah keliling, Sunaryo, mengaku momen Idul Adha berdampak pada penjualan yang meningkat hingga dua kali lipat.
Pada hari biasa bisa menjual 10-15 buah per harinya. “Alhamdulillah, ini bisa puluhan yang terjual,” terangnya, Kamis (20/6/2024).
Menurut dia, semangka memang buah yang digemari di daerah beriklim tropis seperti Indonesia.
Sebab, semangka mengandung banyak air dan memiliki khasiat menurunkan kolestrol jahat dalam darah.
“Makanya ini banyak yang beli, kan semua orang lagi banyak stok daging,” terang pria 45 tahun ini.
Di tempat lain, pedagang buah Pasar Legi, Nova Tri Handayani mengungkapkan, semangka diyakini bisa menekan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Kebetulan stok semangka sedang melimpah sehingga belum sampai terjadi kenaikan. Kini harga semangka dibanderol Rp 13,5 ribu per kilogram. Semangka tersebut diambil dari petani lokal di wilayah Kabupaten Blitar.
Semangka lokal diyakini lebih awet dan lebih manis dari luar daerah.
Selain itu, semangka juga bisa menjadi obat anti bosan, makanan berlemak, serta menjadi tambahan penyegar asupan makanan di rumah. (mg1/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila