Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bagian dari Festival Kresnayana, Disbudpar Kabupaten Blitar Gelar Lomba Vlog Museum Penataran, Dekatkan Sejarah Pada Generasi Muda

Fajar Rahmad Ali Wardana • Minggu, 23 Juni 2024 | 20:05 WIB
HARUS DITINGKATKAN: Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso dan para juri berfoto bersama para juara Lomba Vlog Museum Penataran (21/6).
HARUS DITINGKATKAN: Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso dan para juri berfoto bersama para juara Lomba Vlog Museum Penataran (21/6).

BLITAR - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Blitar menggelar lomba vlog untuk pelajar.

Mengambil tema Museum Penataran, event ini sekaligus untuk mendekatkan generasi muda dengan sejarah Blitar.

Enam peserta didapuk sebagai juara vlog dan diumumkan di Museum Penataran Jumat (21/6/2024).

Photo
Photo

Kepala Disbudpar Kabupaten Blitar Suhendro Winarso menganggap lomba vlog Museum Penataran ini penting bagi generasi muda. Menurutnya, Blitar memiliki sejarah yang luar biasa.

Karena itu, lomba vlog ini sebagai media untuk pendekatan sejarah kepada masyarakat khususnya anak muda.

“Dengan lomba vlog ini, generasi muda dapat memahami ada banyak cagar budaya dan ilmu yang bisa diambil sebagai bekal di masa depan. Anak mudak perlu dipancing.

Misalnya melalui lomba vlog ini. Dengan begitu, mereka datang ke museum untuk membuat konten dan otomatis juga belajar sejarah,” ujar Hendro, sapaan akrabnya.

Secara tidak langsung, peserta lomba ini juga menjadi influencer. Sebab, mereka sebagai penyambung informasi tentang Kabupaten Blitar ke dunia luar.

Lomba ini juga dinilai sebagai salah satu cara yang efektif mengenalkan Kabupaten Blitar.

Hendro mengatakan, pelajar SMA/SMK cukup antusias dalam mengikuti lomba vlog Museum Penataran ini. Terbukti ada 39 video vlog yang terkumpul di panitia.

Menurutnya, jumlah itu sudah luar biasa karena bisa menarik minat generasi muda dalam membuat konten sejarah.

“Lomba vlog Museum Penataran ini bisa menjadi bagian dari Festival Kresnayana Kabupaten Blitar. Puncaknya besok (hari ini, Red) ada Festival Kresnayana di Amphiteater Penataran,” ungkapnya.

Dalam lomba vlog ini, juri tidak hanya menilai dari sisi teknis pengambilan gambar. Namun juga kualitas konten yang ditonjolkan dalam video. Yakni, terkait Museum Penataran.

Sesuai kriteria juri, ada enam vloger yang meraih nilai tertinggi dan kualitas video yang ditampilkan.

Juara 1 diraih Rahmania Aulia dengan nilai 1.641 dari SMAN 1 Kesamben, juara 2 Leona Angeli dengan total nilai 1.624 dari SMK Pemuda Kesamben, dan juara 3 diraih Cantik Setyorini dengan nilai 1.618 dari SMAN 1 Ponggok.

Berikutnya, juara harapan 1 diraih Feriski Ahmad Rafiki dengan nilai 1.600 dari SMAN 1 Srengat, juara harapan 2 diberikan kepada Saila Hanifa dengan nilai 1.587 asal MA Al Ma-wadah, dan juara harapan 3 diraih oleh Salwa Delfiana dengan nilai 1.572 dari SMK PGRI Wlingi.

“Saya berharap banyak generasi muda yang sibuk berkarya sampai lupa mengkritik (melakukan hal-hal yang tidak produktif, Red),” pungkasnya. (jar/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#museum penataran #lomba vlog #Kabupaten Blitar #Disbudpar