Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Transaksi Hewan Kurban di Kabupaten Blitar Tembus Sampai Rp 98,5 M, Simak Perinciannya

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 23 Juni 2024 | 21:06 WIB
SEHAT: Tampak kambing untuk dipersiapkan sebagai hewan kurban.
SEHAT: Tampak kambing untuk dipersiapkan sebagai hewan kurban.

BLITAR - Selama tiga hari penyembelihan hewan kurban, ada transaksi yang bergerak sebesar Rp 98,3 miliar (M).

Jumlah pendapatan itu merupakan transaksi untuk pembelian hewan kurban. Seperti sapi, kambing, ataupun domba. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengaku, jumlah hewan kurban ada 3.245 lokasi titik potong. 

Dari situ, ada 2.189 ekor sapi dengan total transaksi sebesar Rp 45,9 M, sedangkan untuk kambing ada 14.692 ekor dengan total transaksi sebesar Rp 51,4 M. 

Kemudian, domba ada 335 ekor dengan transaksi total Rp 1,5 M. Terakhir ada satu kerbau yang masih belum diketahui harga pasaranya.

“Itu perkiraan kami dengan per ekor kambing di harga sekitar Rp 3,5 juta, sapi Rp 21 juta, dan domba Rp 3 juta. Sedangkan untuk kerbau masih belum tahu per ekornya berapa,” ungkapnya.

Selain itu, ratusan hewan ditemukan terserang penyakit. Tercatat dari hari pertama sampai hari ketiga sudah ada 248 hewan terkena cacing hati dan dan seekor hewan terkena pneumonia.

“Selama tiga hari, pihaknya menemukan 248 hewan terserang penyakit. Perinciannya, untuk cacing hati 140 sapi, 3 domba dan 107 kambing. Sedangkan untuk penyakit Pneumonia hanya terjangkit pada seekor sapi,” tandasnya.

Dia mengaku jumlah yang terserang penyakit itu sangat minim. Sebab selama tiga hari ini sudah ada 17.217 hewan disembelih. Daging kurban berhasil tersalurkan ke 397.605 kepala keluarga (KK).

Sebelumnya (di hari kedua Idul Adha), disnakkan mendata bahwa hewan kurban yang terkena penyakit hanya berjumlah 200 ekor dan satu terkena pneumonia.

Namun, penyakit cacing hati mengalami kenaikan di hari ketiga sebanyak 48 ekor.

“Ini wajar, soalnya di hari pertama dan kedua itu ada 16.451 hewan yang dikurbankan. Sedangkan di hari ketiga ada penambahan 766 ekor sehingga menjadi 17.217 ekor hewan kurban,” jelasnya. (mg2/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #pendapatan #Disnakkan #hewan kurban #keswan dan kesmavet