BLITAR - Untuk menciptakan kain batik yang berkualitas, faktor pemilihan kain batik tidak boleh sembarangan. Kain akan memengaruhi warta dan motif batik yang ingin dibuat.
Salah satu pembatik, Umayah, harus memesan kain batik jauh-jauh di Solo. Agar kualitas batik buatannya benar-benar terjaga. Dengan begitu, pemilihan kain landasan motif batik harus yang terbaik.
“Semua itu berawal dari kain putih. Itu harus kain khusus, makanya saya harus pesan khusus dari Solo,” ungkap warga Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro.
Dia mengaku, dari pengalamannya menggunakan kain putih lokal, hasil akhir ketika digunakan untuk membatik tidak sama seperti kain dari Solo.
Bentuk serat kain untuk membatik dari Solo mempunyai anyaman plus sehingga pemilihan motif mudah untuk diarahkan. Selain itu, warna saat membatik tidak melebar ke mana-mana.
“Kalau kain lokal itu seratnya searah. Jadi susah ketika digunakan untuk batik. Bahkan, warnanya tidak bisa meresap bagus.
Saat dibikin ke arah samping, hasil akhirnya kadang jadi miring. Makanya harus beli ke Solo,” terangnya.
Di Solo sendiri, kain yang dijual juga bermacam-macam. Mulai dari yang bagus, sedang, dan biasa.
Semisal dengan harga yang paling murah, Umayah menggunakan kain katun prima. Harga sedang menggunakan kain katun primisima, sedangkan kain katun yang mahal menggunakan sutra.
Semua kain tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri. Untuk yang paling murah, desain kain katun cenderung menerawang, sedang, padat. Sementara untuk kain sutra itu halus dan padat.
“Jadi, kain yang digunakan untuk batik itu jika semakin mahal, maka semakin padat dan halus. Saya ambil itu katun sutra yang memiliki harga lebih murah, bukan kain sutra solid. Soalnya mahal. Putihan saja itu sudah Rp 1,5 juta dengan panjang 1 meter,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, alasan pembuatan batik tulis harus memilih kain yang mahal karena eman-eman.
Bahkan, kendati mahal, penjualan untuk batik tulis dengan kain pilihan yang mahal lebih banyak peminatnya. Soalnya, kain dan warna lebih bagus daripada batik biasa. (mg2/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila