BLITAR - Di area Makam Bung Karno (MBK) ada sesuatu yang baru, yakni keberadaan lukisan gambar Bung Karno setinggi hampir hamper 2 meter yang cukup menyita perhatian. Lukisan tak biasa itu bukan dibuat dari cat, melainkan dari jarum pentul sebanyak 11.969 jarum.
Lukisan ini merupakan kado dari Muhammad Putera Sukarno Al Hadad, salah satu cucu Bung Karno yang disumbangkan untuk dipajang di makam sang kakek tepat pada haul ke 54 beberapa hari lalu. Itu diserahkan langsung secara simbolis oleh Megawati Soekarnoputri kepada Wali Kota Blitar Santoso.
Jika dilihat sekilas atau dari kejauhan, karya seni bergambar Bung Karno itu memang mirip lukisan. Namun, ketika diamati secara dekat, ternyata bukan lukisan dari cat, tapi terbentuk dari jalinan benang wol yang dililitkan pada jarum pentul paku.
Karya seni tidak biasa itu merupakan hasil karya dari Sofiyan. Seniman yang akrab disapa Abang Seni ini, membuat lukisan dari jarum pentul dan jalinan benang wol tersebut atas inisiatif sendiri.
”Jadi ini bukan karena pesanan dari siapapun. Ini saya buat dari panggilan hati dan memang saya siapkan untuk diberikan kepada keluarga Bung Karno,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blitar usai penyerahan lukisan pada Jumat (21/6/2024) lalu.
Dia membuat karya tersebut sejak 2020 lalu. Proses pengerjaannya berlangsung selama kurang lebih dua bulan.
”Prosesnya memang lama karena saya kerjakan mengikuti suasana hati. Saya tidak ingin membuat karya karena keterpaksaan,” ungkap seniman asal Batam, Kepulauan Riau ini.
Lukisan jarum pentul karyanya itu baru bisa diberikan kepada keluarga Bung Karno pada tahun ini.
Penyerahan karya itu bertepatan dengan momen peringatan haul Bung Karno ke-54 di Kota Blitar. Sebelumnya, lukisan itu diterima oleh Muhammad Putera Al Hadad, putra dari Sukmawati Soekarnoputri.
Sebanyak 11.969 jarum pentul sengaja disiapkan Abang Seni untuk membuat lukisan tersebut. Pun benang wol 7 warna yang kemudian dililitkan pada jarum pentul.
Karya seni lukisan dari jarum pentul bergambar Sukarno itu bukanlah yang pertama. Sebelumnya, dia sudah membuat sejumlah karya serupa dengan objek tokoh-tokoh yang sudah berkontribusi terhadap bangsa Indonesia.
”Karya yang saya buat ini bukan karena pesanan dan saya dedikasikan khusus kepada tokoh-tokoh tersebut. Termasuk pernah saya buat untuk Presiden Jokowi,” ungkap pria 33 tahun ini.
Nah, memilih jarum pentul sebanyak 11.969 tersebut bukan tanpa alasan. Ada makna dibalik jumlah tersebut. Salah satunya angka 69 yang merupakan usia wafatnya sang Proklamator.
Kemudian, jumlah itu merujuk pada tanggal 11, bulan 9, tahun 1969. ”Jadi tanggal itu pernah saya tanyakan kepada mas Putera (cucu Bung Karno), bahwa pada tanggal itu Bung Karno memang sedang sakit-sakitnya,” bebernya.
Dalam membuat lukisan itu juga tidak boleh sembarangan. Diperlukan kehati-hatian agar hasil bisa sempurna. Salah satunya adalah proses memasang jarum pentul paku pada media kayu triplek.
Belasan ribu jarum pentul itu dipasang dengan cara diketuk menggunakan palu. Untuk mengetuknya juga tidak boleh terlalu keras. ”Harus pelan-pelan dengan 8 ketukan. Kalau diketuk keras bisa mleyot jarumnya,” akunya.
Baginya, proses demi proses pembuatan harus dinikmati. Dengan begitu, karya yang dihasilkan benar-benar sempurna sesuai yang diharapkan.
”Untuk melilitkan antar benang wol juga harus hati-hati. Melilitkan ini bagaikan menyatukan semangat dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Selama ini, dia tidak menjual karya seni yang dihasilkan tersebut. Termasuk karya lukisan jarum pentul bergambar Sukarno tersebut.
”Selama ini saya hibahkan semua. Mungkin banyak yang menilai bahwa jika dijual pasti menghasilkan keuntungan besar. Tetapi bagi saya, menilai sebuah karya seni itu bukan dinilai dari angka, melainkan dimana karya seni itu bisa ditempatkan dan dihargai itu nilai yang sudah luar biasa,” tuturnya.
Sementara itu, Muhammad Putera Sukarno Al Hadad mengucapkan rasa terima kasih kepada Abang Seni yang sudah menghibahkan karyanya untuk Bung Karno. Dia bangga dengan karya seni yang dihasilkan dari anak-anak muda.
”Karena ini lukisan untuk Bung Karno, maka saya serahkan kepada eyang saya. Nanti dipajang di dekat makam eyang,” ungkapnya.
Wali Kota Blitar Santoso berharap lukisan anyar itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung wisata Makam Bung Karno (MBK).
”Semoga lukisannya membawa daya tarik dan membuat penasaran pengunjung. Karya yang sangat indah,” pujinya. (ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila