Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Aplikasi Bank Sampah di Kabupaten Blitar Kurang Diminati Walau Tersebar di Berbagai Titik, DLH Sebut Alasan Utamanya

Mohammad Syafi'uddin • Selasa, 25 Juni 2024 | 20:00 WIB
Pemanfaatan aplikasi sistem informasi bank sampah (Sibanksam) masih belum maksimal.
Pemanfaatan aplikasi sistem informasi bank sampah (Sibanksam) masih belum maksimal.

BLITAR - Pemanfaatan aplikasi sistem informasi bank sampah (Sibanksam) masih belum maksimal.

Diduga masyarakat belum paham pemanfaatan aplikasi tersebut. Padahal, ada sekitar 90 pengelola bank sampah yang sudah mendapatkan pelatihan terkait pengelolaan persampahan ini.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Masna Karimah mengungkapkan bahwa ada 165 bank sampah aktif di Kabupaten Blitar.

Pihaknya berencana menambah tujuh bank sampah di Kelurahan Kaweron Kecamatan Talun. “Di sini (Kelurahan Kaweron, Red) hanya ada satu bank sampah,” ujarnya Senin (24/6/2024).

Dia mengungkapkan ada banyak bank sampah di Bumi Pentaran. Pemerintah sudah meluncurkan aplikasi khusus bank sampah, yakni sistem informasi bank sampah (Sibanksam). Namun belum banyak pengelola yang paham pemanfaatan aplikasi besutan kominfo dan DLH tersebut.

“Sebenarnya manfaatnya banyak, ada dokumentasi, pencatatan yang up to date, hingga harga masing-masing jenis sampah. Sayangnya masih minim yang memanfatakan aplikkasi ini,” keluhnya.

Rendahnya minat masyarakat dalam memanfatakan aplikasi ini diduga karena beberapa hal. Seperti terkendala gadget yang memadai, kurang tersebarnya informasi, atau lebih nyaman dengan sistem manual.

Masna mengaku tidak tahu pasti jumlah bank sampah yang memanfaatkan aplikasi tersebut. padahal, pada Desember tahun lalu.

Ada sekitar 90 pengelola bank sampah yang sudah mengikuti pelatihan terkait penggunaan aplikasi tersebut.

Dia pemprediksi 60 persen pengelelo bank sampah bisa memanfatakan aplikasi ini secara maksimal. Kendati begitu, dia tidak membantah bahwa masih ada yang belum memanfatkannya.

“Ini wajar, mungkin karena aplikasi ini masih baru jadi banyak masyarakat yang kurang paham penggunaannya. Makanya disetiap pelatihan, kami sering mengenalkan aplikasi ini,” terangnya.

Walaupun masih jarang masyarakat yang belum paham, masna optimistis nantinya aplikasi tersebut membawa manfaat untuk masyarakat. Sebab, pengawasan dan pergerakan sampah bisa dikehatui melalui aplikasi ini. (mg2/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Sibanksam #Kabupaten Blitar #bank sampah #aplikasi #belum maksimal