BLITAR - Banyaknya makanan berminyak yang beredar di pasaran ternyata bisa memicu sakit jantung. Terlebih, minimnya minat masyarakat untuk berolahraga menambah jumlah penderita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, penderita jantung semakin bertambah setiap tahun.
Bahkan, di tahun ini, setiap hari sudah ada 90 lebih masyarakat yang antre untuk memeriksakan diri.
“Penderita jantung di Kabupaten Blitar semakin meningkat. Per hari sudah ada 80 hingga 120 orang yang mengantre di klinik jantung,” kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami.
Menurut dia, banyaknya masyarakat terkena penyakit jantung ini disebabkan pola hidup yang kurang sehat.
Terutama dengan semakin masifnya perkembangan zaman, menuntun masyarakat untuk semakin aktif berupaya berpikir keras memenuhi kebutuhan hidup. Tanpa sadar, tekanan berlebihan ini bisa membuat stres dan berakhir tekanan jantung.
“Selain itu, jarangnya olahraga, seringnya makan-makanan yang kurang sehat, dan pola tidur yang salah menambah beban pikiran, maka banyak masyarakat yang stres,” terangnya.
Hal ini bisa terbuktikan dengan banyaknya makanan berlemak yang beredar di pasaran dan menjadi pemicu utama penyebab serangan jantung.
Bahkan, bertambahnya lingkar perut menyebabkan terserang penyakit jantung. Padahal, secara normal, lingkar perut laki-laki ialah 90 sentimeter (cm) dan perempuan 80 cm.
“Makanan berlemak rata-rata menjadi penyebab penyakit jantung, soalnya lemak ini bisa menyumbat aliran darah.
Terlebih di Indonesia tidak sedikit perempuan yang memiliki lingkar perut 100 cm. Itu membuktikan bahwa masyarakat kita jarang olahraga,” terangnya.
Rendahanya kesadaran masyarakat ini dirasa menjadi alasan utama kenapa dari tahun ke tahun semakin banyak masyarakat yang harus periksa ke klinik jantung. Dengan harapan, bisa cepat sembuh dan sehat seperti sediakala. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila