BLITAR - Progres pembangunan tahap II SMPN 6 Blitar terus berjalan. Bahkan hingga minggu ketujuh pembangunan, progres sudah mencapai sekitar 9 persen.
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar me-nyebutkan, progres pembangunan mengalami deviasi positif sekitar 6 persen dari target yang ditentukan.
Dinas menargetkan progres hanya 2,5 persen, tetapi terealisasi sekitar 9 persen.
”Ini terjadi karena memang objek bangunan yang dikerjakan terpisah sehingga bisa dilakukan secara bersamaan,” kata Kepala Dispendik Kota Blitar Dindin Ali Nurdin kepada Jawa Pos Radar Blitar, Kamis (27/6/2024).
Di tahap II pembangunan SMPN 6 Blitar, ada sejumlah objek yang dikerjakan. Di antaranya, masjid, aula, kantin, hingga lahan parkir.
Objek-objek tersebut dikerjakan secara bersamaan meskipun berada di tempat terpisah.
Sedangkan untuk objek bangunan lain seperti ruang kelas dan laboratorium sudah dibangun pada tahap I tahun lalu.
Untuk tahap II, pembangunan dilanjutkan dengan membangun sarana dan prasarana pendukung. ”Kemudian dilanjutkan menyelesaikan pavingisasi,” terangnya.
Pada pembangunan tahap II, dispendik menggelontorkan anggaran sekitar Rp 19 miliar.
Anggaran belasan miliar tersebut dimanfaatkan untuk membangun sarana pendukung seperti ruang perpustakaan, kantin, ruang UKS, hingga masjid.
“Kami menargetkan pembangunan harus tuntas awal Desember. Mudah-mudahan bisa sesuai target,” harapnya.
Dispendik terus melakukan monitoring terhadap progres pembangunan tahap II tersebut.
Pihaknya rutin turun ke lapangan untuk mengecek pekerjaan pihak ketiga karena tidak ingin terjadi keterlambatan progres seperti tahun lalu hingga mengakibatkan sanksi denda.
Sesuai rencana, relokasi dilakukan secara bertahap. Tahun ini dispendik menargetkan gedung kantor bisa difungsikan.
”Ya mungkin bisa nyicil geser. Tahap awal untuk gedung perkantoran bisa dimanfaatkan.
Kalau untuk relokasi siswa belum bisa karena dikhawatirkan bisa mengganggu proyek,” tandasnya. (sub/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila