BLITAR - Atlet bulu tangkis yang berhasrat terjun di Blitar Open tahun ini harus gigit jari.
Alasannya, kejuaraan yang sedianya dihelat pada Juni ini terpaksa ditunda tahun depan. Hal ini lantaran terjadi bentrok jadwal.
Ketua Pengcab PBSI Kota Blitar, Stefanus Edy Prayitno mengungkapkan, penundaan kejuaraan open ini lantaran adanya bentrok jadwal dengan Pengprov PBSI Jatim. Alhasil, mereka memilih mengalah.
“Kan harus ada rekom pengprov untuk mengatur jadwal. Ternyata, jadwal yang diajukan bertabrakan dengan pengprov,” ungkapnya Jumat (28/6/2024).
Edy -sapaan akrabnya- menambahkan, dengan kondisi tersebut, kejuaraan baru bisa digeber tahun depan.
Apalagi, PBSI Kota Blitar kini tengah mematangkan persiapan kejuaraan intern atau kejuaraan kota (kejurkot) yang rencananya bakal dihelat pada Agustus atau September tahun ini.
Lebih lanjut, pada kejurkot ini peserta mulai dari usia 8-18 tahun dengan sistem per-dua kelompok usia.
Sama seperti perlombaan bulu tangkis pada umumnya, ada individu atau tunggal, dan kelompok yang terbagi menjadi ganda putra, ganda putri, serta ganda campuran.
Dia berharap dengan adanya event lokal ini dapat menambah jam terbang bagi para atlet Kota Blitar.
“Kalau cuma ikut di luar kota terus kan juga lumayan biayanya. Jadi, melalui kejurkot ini, semoga bisa mengasah kemampuan bagi para atlet,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, anggaran operasional yang disiapkan untuk kejurkot berkisar Rp 20-30 juta.
Dia mengimbau pada para atlet untuk terus mengambil kesempatan mencari prestasi sebanyak mungkin melalui perlombaan-perlombaan bulu tangkis yang ada.
“Selain itu, tetap menjaga kondisi fisik sebaik mungkin agar tetap prima,” pungkasnya. (mg1/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila