BLITAR - Tim futsal Blitar Poetra asuhan Afkab Blitar terpaksa tersisih dari kompetisi Liga Nusantara Jatim 2024 pada pertengahan Juni lalu.
Usai tertahan di peringkat tiga klasemen grup A, afkab menganggap kurangnya persiapan tim menjadi kendala sehingga tampil tidak maksimal.
Wakil Ketua Afkab Blitar Febri Wahyu Wiyono mengatakan sempat terkendala teknis dan nonteknis.
Karena sebulan sebelum kompetisi Liga Nusantara Jatim ini, afkab masih maju mundur untuk tampil dan akhirnya bisa ikut dengan status tuan rumah. Meski begitu, hasilnya belum maksimal.
“Kami menempat peringkat tiga klasemen grup A babak penyisihan grup, sehingga gagal lolos di babak enam besar.
Sebenarnya kami bisa lolos jika unggul dalam jumlah gol, karena memiliki poin yang sama dengan runner-up,” ujar Febri, beberapa waktu lalu.
Padahal, Blitar Poetra dengan tim Esperito Sidoarjo yang berada di peringkat dua memiliki poin dan jumlah gol yang sama.
Hanya saja, jumlah kartu kuning yang dikeluarkan wasit saat pertandingan lebih banyak Blitar Poetra.
Dengan begitu, yang lolos dari Grup A Liga Nusantara Jatim yakni Elano FC Tuban dan Esperito Sidoarjo.
Untuk diketahui, tim futsal Blitar Poetra di Liga Nusantara Jatim tergabung dalam grup A bersama Elano FC Tuban, Esperito Sidoarjo, dan PP FC Surabaya.
Dari tiga pertandingan, Blitar Poetra menelan kekalahan dua kali dan hanya satu kali menang ketika melawan PP FC Surabaya dengan skor 1- 4.
Febry menyebut kultur futsal di Jawa Timur dipegang Sidoarjo dan Surabaya. Karena pada dua kota itu banyak mengadakan kompetisi berjenjang.
Dampaknya, pemain yang dihasilkan cukup berkualitas dan memahami teknik-teknik futsal. Namun, tim Blitar Poetra masih bisa melakukan perlawan kepada tim tersebut.
“Hasil Liga Nusantara Jatim ini menjadi bahan evaluasi kami. Baik pemain dan manajemen tim.
Ke depan, ketika akan ikut kompetisi, paling tidak kami harus memiliki persiapan 8 bulan hingga setahun untuk Liga Nusantara tahun depan,” ungkapnya. Dengan waktu yang panjang
itu, tim Blitar Poetra dimungkinkan dapat lebih matang dalam persiapan. Dapat merancang pendanaan, rekrutmen pemain, hingga pemusatan latihan.
Untuk mendukung itu, Afkab Blitar juga akan menggelar kompetisi rutin yang hasilnya dapat menelurkan pemain berkualitas.
Pihak afkab tentu akan merombak tim karena Liga Nusantara Jatim 2025 akan merekrut pemain kelahiran 2003. Selain itu, mereka juga akan mencari pemain kelahiran 2004 untuk persiapan Porprov Jatim.(jar/c1/rka)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila