Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mulai Pembangunan Jembatan Plumpungrejo, Jadi Akses Alternatif Jalur Kademangan-Dawuhan Ditutup

Agung Prasetiyo • Minggu, 30 Juni 2024 | 17:01 WIB
TAHAP PEMBANGUNAN: Alat berat sedang melakukan pengerukan tanah dalam proses pembangunan Jembatan Plumpungrejo, pada Jumat (28/6).
TAHAP PEMBANGUNAN: Alat berat sedang melakukan pengerukan tanah dalam proses pembangunan Jembatan Plumpungrejo, pada Jumat (28/6).

BLITAR - Jembatan di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Kademangan, sedang dalam tahap pembangunan.

Keberadaan Jembatan Plumpungrejo menjadi prasarana penting dalam pembangunan Desa Plumpungrejo dan sekitarnya.

Sebab, jembatan ini mampu menjadi penghubung dan memperlancar akses di kedua sisi jembatan. Terlihat alat berat sibuk melakukan pekerjaannya.

Kepala Desa Plumpungrejo, Subakat, mengatakan, sumber pendanaan pembangunan jembatan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Blitar, sebesar Rp 4.512.951.100. 

Jembatan yang dibangun memiliki panjang sekitar 20 meter, dan lebar sekitar tujuh meter.

Proses pembangunan sudah dimulai sejak 14 Mei 2024 lalu, dan ditargetkan rampung pada 10 November 2024 mendatang. 

“Semoga sebelum tanggal tersebut pembangunan sudah selesai dan jembatan siap untuk digunakan,” ungkapnya. 

Sebagai imbas dari pembangunan Jembatan Plumpungrejo, para pengguna jalan diarahkan untuk menuju ke jalan alternatif yang telah dibuat oleh warga setempat secara swadaya. 

“Untuk kendaraan roda dua, sementara bisa melewati jembatan yang terbuat dari anyaman bambu, dan untuk roda empat bisa memutar lewat arah timur,” tambah Subakat. 

Manfaat dari jembatan tersebut selain untuk memperlancar arus lalu lintas antar desa, juga memberi keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

Mengingat sebelum dibangun, sering terjadi kecelakaan ketika melewati kawasan tersebut.

Selain itu, banyak juga anak sekolah yang melintas karena bisa mempersingkat waktu.

“Selain itu, untuk antisipasi jika sewaktu-waktu jalur Kademangan dan Dawuhan ditutup, otomatis bisa melewati daerah Plumpungrejo yang menjadi jalur alternatif,” jelas pria ramah ini. 

Selain itu, dengan dibangunnya Jembatan Plumpungrejo, diharapkan bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Mengingat di Desa Plumpungrejo, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani, sehingga perlu adanya akses yang layak. Misalnya, untuk membawa hasil panen dari sawah lewat jembatan tersebut.

Terlebih Desa Plumpungrejo terkenal dengan keberadaan Kampung Gerabah, sehingga jika jembatan tersebut selesai dibangun, semoga bisa menambah animo masyarakat yang datang karena akses yang sudah bagus. 

Harapannya, bisa jadi tujuan wisatawan setelah dari Kampung Coklat, ke Kampung Gerabah, dan berlanjut ke Pantai Tambakrejo. (iyo/ynu)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pembangunan #Jembatan Plumpungrejo #kecamatan kademangan