Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pasar Legi Kota Blitar Perlu Dikaji, Disperindag Sebut Alasan Ini Jadi Pemicu Sepi Pembeli

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 2 Juli 2024 | 17:32 WIB
MENUNGGU PEMBELI: Satu-satunya kios yang buka di lantai dua Pasar Legi ketika korana ini berkunjung, kemarin (27/6).
MENUNGGU PEMBELI: Satu-satunya kios yang buka di lantai dua Pasar Legi ketika korana ini berkunjung, kemarin (27/6).

BLITAR - Kondisi lantai dua pasar legi pasca-diresmikan dua tahun silam hingga kini masih lengang, penjual di lantai atas bisa dihitung dengan jari.

Berjalan dua tahun pasca-revitalisasi Pasar Legi akibat kebakaran hebat pada 2016 silam masih belum berhasil meningkatkan aktivitas jual-beli. Lantai dua area pasar Legi begitu lengang ketika Koran ini berkunjung Sabtu (27/6/2024).

“Sepinya Pasar Legi ini bukan dampak maraknya pasar online yang digandrungi masyarakat,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo.

Dia menyatakan, Pasar Legi sepi tidak terdampak  penjualan online. Terbukti masih banyak warga kalau mencari rempah suka datang langsung. Kalau terdampak online, tentu pasar lainnya, termasuk Pasar Templek tetap ada pembeli.

Dia mengatakan sepinya Pasar Legi imbas kebakaran dan tertutup terlalu lama berakibat banyak pedagang beralih ke area luar.

Pasar Legi masih perlu penataan ulang dan pengkajian lebih lanjut terkait hal yang bisa menjadi pemicu minat pengunjung.

Dia menjelaskan, hingga kini belum ada investor yang berminat pada lantai 2 Pasar Legi. Penggunaan kios-kios di lantai dua ini tidak dimintai biaya sewa. Hanya berupa retribusi yang bersifat harian.

Padahal, pada lantai dua Pasar Legi telah disediakan 220 kios partisi, 121 kios permanen, dan 174 lapak los. Namun, para pedagang enggan menempati sejumlah lapak dagangan yang telah diresmikan sejak April 2022 itu.

Lantaran, pedagang menganggap lokasi tersebut kurang strategis. Salah satu fasilitas pasar, ekskalator bahkan tidak pernah dioperasikan lagi setelah peresmian akibat tidak adanya orang yang hilir-mudik ke lantai dua.

Sementara itu, salah satu pedagang di lantai dua Pasar Legi, Sujiati, mengaku pedagang di area lantai dua kini masih dibebaskan dari biaya retribusi akibat tidak adanya pengunjung yang naik ke lantai dua.

“Kalau dimintai siapa yang mau jualan? Di atas kan sepi gak ada orang lewat sama sekali,” tuturnya.

Dia berharap, kondisi pasar bisa membaik lagi, ramai seperti sebelumnya sehingga para pedagang semangat untuk berjualan.

“Pernah dalam satu hari berjualan mulai dari pukul 09.00 hingga 15.00 terkadang tidak membawa pulang sepeserpun,” pungkasnya. (mg1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pasar legi #sepi pembeli #kebakaran #Kota Blitar