Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Pemerintah Kelurahan Klemunan Berdayakan Masyarakat dengan Pelatihan

Yanu Aribowo • Selasa, 2 Juli 2024 | 23:00 WIB
KREATIF: Camat Wlingi, Suwito (duduk tengah) dan Lurah Klemunan, Gatot Triatmojo, mendampingi peserta pelatihan membatik canting di Kelurahan Klemunan.
KREATIF: Camat Wlingi, Suwito (duduk tengah) dan Lurah Klemunan, Gatot Triatmojo, mendampingi peserta pelatihan membatik canting di Kelurahan Klemunan.

BLITAR - Pembangunan wilayah di Kelurahan Klemunan, Kecamatan Wlingi, tak hanya fokus dalam bidang infrastruktur. Namun, juga dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan.

Pemerintah Kelurahan Klemunan bersama Perpustakaan Mawar, sering kali berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kolaborasi itu dalam rangka mewujudkan semangat Literasi untuk Kesejahteraan, serta Kelurahan Klemunan, Religius dan Berbudaya. Misalnya, kolaborasi bersama Fatayat NU Ranting Klemunan, yang diketuai Siti Muallifah SPd, dalam pelatihan pemulasaraan jenazah pada Jumat (28/6/2024). 

Pelatihan ini menghadirkan narasumber, Nyai Hj Fuadiniyah SPd, pengasuh Ponpes Tahfidz Hidayatul Quran Cepoko, Kelurahan Klemunan.

Dalam pelatihan ini peserta mendapatkan materi seputar perawatan jenazah seorang muslim yang status hukumnya fardhu kifayah, mulai memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga memakamkan jenazah.

Selain teori, peserta pelatihan juga diajak praktik langsung dengan bantuan peraga dari salah satu peserta. Sehingga peserta pelatihan bisa langsung mempraktikkan bagaimana merawat jenazah seorang muslim. Salah satunya bagaimana menyiapkan kain kafan hingga mengafani jenazah.

Camat Wlingi, Suwito SSos MSi, yang hadir dalam pelatihan ini sangat mengapresiasi pelatihan pemulasaraan jenazah.

Di antara manfaat pelatihan ini adalah bisa memberikan rasa aman dan nyaman dalam proses pemulasaraan jenazah, yaitu perawatan jenazah bisa dilaksanakan sesuai dengan jenis kelamin jenazah.

"Ibu-ibu yang hadir di sini sudah paham, mungkin juga ada yang belum paham. Sebab, sumber daya manusia (SDM) pemulasaraan jenazah sangat terbatas, maka perlu kaderisasi seperti kegiatan ini," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Klemunan, Gatot Triatmojo SPt, mengatakan, pelatihan pemulasaraan jenazah sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Sehingga, ilmu seputar perawatan jenazah bisa lebih merata di 22 wilayah rukun tetangga (RT) yang ada di Kelurahan Klemunan. Jadi, ketika ada warga yang meninggal, tenaga pemulasaraan jenazah sudah siap.

Baca Juga: Jadi Tradisi Tahunan, PSHT Cabang Blitar Larang Pengesahan Anggota Pakai Motor, Ini Alasannya

"Manfaat dari kolaborasi Kelurahan Klemunan dan Perpustakaan Mawar, bersama Pengurus Ranting Fatayat NU Kelurahan Klemunan, biar tidak hanya pria saja yang bisa merawat jenazah, tapi perempuan juga bisa," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kelurahan Klemunan dan Perpustakaan Mawar, juga berkolaborasi dalam pelatihan membatik canting, selama 2 hari, pada Selasa (25/6) hingga Rabu (26/6). Perwakilan ibu-ibu warga setempat diajak membuat karya batik dengan teknik mencanting.

Materinya mulai membuat pola, mencanting, pewarnaan, hingga akhirnya menjadi lembaran batik. Harapannya, hasil pelatihan membatik canting bisa menjadi stimulan penggerak perekonomian masyarakat melalui produk kain batik.

Selama ini, hadirnya kolaborasi Pemerintah Kelurahan Klemunan dan Perpustakaan Mawar, yang dikelola Rini Nurawati, dalam berbagai kolaborasi rata-rata mendapatkan respons yang baik dari masyarakat. (ynu/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial #Kecamatan Wlingi #pelatihan #pemberdayaan masyarakat