BLITAR – Anemia dan stunting masih menjadi momok serius bagi tumbuh kembang anak. Remaja putri dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) untuk menciptakan generasi maju.
Menurut data riset Kesehatan daerah (Riskesdas) menyebutkan bahwa satu dari tiga remaja masih anemia dan kekurangan zat besi.
Sementara survei status gizi Indonesia (SSGI) menunjukkan angka stunting Indonesia masih di atas 21 persen yang berarti di atas batas yang ditetapkan WHO.
Remaja merupakan calon orang tua yang memiliki peran besar dalam mewujudkan generasi berkualitas di masa depan.
“Inilah mengapa remaja putri ketika haid perlu mengonsumsi TTD. Sebab, kebutuhan zat besi juga meningkat,” ungkap Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Blitar Kota, Dwisakti Nurhayati.
Dia menegaskan, berbagai fasilitas Kesehatan pemerintah telah memberikan fasilitas TTD yang dapat diambil secara gratis. Meskipun begitu, remaja putri belum masif memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.
Padahal, TTD ini bisa menjadi investasi jangka panjang ketika sudah dewasa dan ketika hamil bisa menjalaninya dalam kondisi sehat dan minim risiko kehamilan serta dapat mencegah bayi yang dilahirkan tumbuh dengan masalah gizi stunting.
Baca Juga: Tak Kompak, Koalisi Blitar Maju Mulai Goyah, Gerindra Kota Blitar Pilih Realistis
Para ibu hamil, selain diberikan TTD juga disertai dengan pemberian makan tambahan berupa protein hewani. Menurut dia, hal tersebut sangat penting dilakukan sepagai pencegahan stunting.
“Setiap ibu hamil dibekali KIA yang isinya lengkap terkait Kesehatan ibu dan anak. Dengan buku ini, petugas dapat memastikan agar tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan maksimal,” ungkap wanita berhijab ini.
Menurut dia, setiap calon pengantin juga dipersiapkan untuk mengantisipasi stunting melalui skrining kesehatan dan rampak yang diadakan oleh KUA.
Melalui pengecekan dini tersebut dapat diketahui apakah calon pengantin tersebut layak untuk hamil.
Baca Juga: Perkuat Penegakan Hukum, Jamintel Gandeng Ditjen Imigrasi untuk Kerja Sama Intelijen
Sebab, dalam pemeriksaan tersebut catin bakal diperiksa tingkat hemoglobin dan lingkar lengan.
“Kalau HB rendah dibawah 11, atau lingkar lengan dibawah 23,5 sentimeter berarti belum layak hamil. Sehingga, catin ini perlu perbaikan gizi,” pungkasnya. (mg1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila