Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

HP Bisa Hambat Tumbuh Kembang Balita, Dinkes Kabupaten Blitar Sebut Lebih Banyak Dampak Buruk

Mohammad Syafi'uddin • Rabu, 3 Juli 2024 | 21:00 WIB
BERBAHAYA: Balita memainkan HP dalam pengawasan orang tuanya.
BERBAHAYA: Balita memainkan HP dalam pengawasan orang tuanya.

BLITAR - Perkembangan teknologi yang pesat sangat berdampak bagi kehidupan. Tetapi, sering kali perkembangan tersebut tidak dibarengi pengetahuan masyarakat.

Termasuk pemberian handphone (HP) pada anak di bawah usia 5 tahun (balita). Memberikan HP kepada balita akan menyebabkan anak terlambat dalam berbicara.

“Pemberian HP kepada anak di bawah umur memiliki dampak buruk,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupetan Blitar, Christine Idrawati.

Dampak yang diterima anak bisa berbagai macam tergantung stimulus yang diberikan anak.“Kami masih belum memiliki data. Namun di lapangan memang banyak orang tua memberikan HP agar anaknya tenang,” ujarnya.

Menurut dia, permasalah tersebut bisa terjadi karena orang tua banyak yang belum tahu bahaya gadget pada anak.

Padahal, jika dibiarkan dan kurang sosialisasinya, menyebabakan anak mengalami gangguan tumbuh kembang. Salah satu akibat pemberian gadget kepada anak ialah lambat dalam berbicara.

Dalam istilah medis, keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa yang tidak sesuai dengan usai anak ini disebut speech delay. Hal ini disebabkan banyaknya informasi bahasa yang diserap anak. Dengan keadaan itu, anak akan kebingungan.

Biasanya, pemberian gadget ini sering terjadi ketika orang tua sibuk bekerja atau ingin menenangkan anak saat menangis. Banyaknya bahasa yang ditangkap anak dari gadget dan lingkungan yang kurang mendukung menyebabkan anak lamban dalam berkomunikasi.

“Seharusnya anak jangan diberikan HP selama 5 tahun pertama. Soalnya masa ini merupakan masa emas, di mana anak sangat tinggi dalam menyerap informasi di lingkungan.

Di HP itu ada berbagai macam bahasa, ada Inggris, Rusia, Indonesia, Malaysia, Jawa, dan macam-macam. Itu yang menyebabkan anak bingung,” terangnya.

Dia berharap orang tua harus menyisihkan waktu untuk bermain bersama anak. Dengan memberikan waktu ini, kedekatan dan informasi bahasa bisa mudah terserap sehingga anak bisa tumbuh secara normal. Selain dengan pemberian kontrol lebih ini, anak akan tumbuh secara lebih baik.

“Tindakan itu bisa dengan diajak bercerita, menggambar, atau aktivitas bermain yang menyenangkan. Memang benar nanti anak ini akan membutuhkan, tapi pemberian HP ini tidak di usia dini,” ungkapnya. (mg2/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#balita #Kabupaten Blitar #teknologi #dampak #handphone