Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Separo PAD Wisata Kota blitar dari Makam Bung Karno, Dua Sektor Ini Berikan Retribusi Terbanyak

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 4 Juli 2024 | 19:05 WIB
PULANG ZIARAH: Area trotoar sekitar makam tak pernah lengang oleh peziarah seusai berkunjung di Makam Bung Karno, kemarin (3/7).
PULANG ZIARAH: Area trotoar sekitar makam tak pernah lengang oleh peziarah seusai berkunjung di Makam Bung Karno, kemarin (3/7).

BLITAR - Destinasi wisata sejarah Makam Bung Karno (MBK) masih menjadi favorit kunjungan para pelancong. Target pendapatan asli daerah (PAD) untuk destinasi ini mencapai separo dari target pengelolaan wisata di Kota Blitar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar, Edy Wasono mengatakan, target dari pengelolaan wisata oleh dinas mencapai angka Rp 2 miliar (M).

Sedangkan target untuk destinasi MBK sendiri tahun ini mencapai separuh dari target, atau sekitar Rp 1 M.

“Terbanyak memberikan retribusi PAD adalah dari pengunjung dan retribusi parkir di area MBK. Selain itu, destinasi ini juga menjadi magnet untuk destinasi wisata lain yang ada di Kota Blitar,” ungkapnya.

Dengan daya tarik yang luar biasa, jelas Edy, MBK kini dapat meningkatkan potensi-potensi wisata lain yang ada di Kota Blitar.

Seperti Istana Gebang yang tak luput dari tujuan wisatawan, sebab sangat erat kaitannya dengan masa remaja hingga wafatnya Bung Karno.

Menurut dia, wisata yang ada di Kota Blitar ini saling bersinergi antara satu dengan lainnya. Sebagian pengunjung, terutama dari luar memahami bahwa Kota Blitar adalah Bumi Bung Karno.

“Karena biasanya ada paket wisata, jadi ketika melakukan city tour, tak hanya ke satu tempat wisata saja. Melainkan, ke beberapa tempat wisata sekaligus,” ungkapnya.

Sebenarnya ada beberapa tujuan wisata yang digandrungi pelancong selain MBK dan Istana Gebang.

Yakni, wisata Agrobisnis Belimbing Karangsari, Waterpark Sumber Udel, Goa Maria, Fish Garden Park, wisata religi seperti makam Raden Aryo dan berbagai wisata ekonomi kreatif lain seperti Kampung Batik.

Berbagai potensi wisata lain turut dikembangkan untuk menggaet minat wisatawan. Seperti wisata alam Mbah Bawuk dan pembangunan taman-taman di tengah kota.

“Saat ini sedang dikembangkan Museum Peta yang masih taraf pembangunan, ini merupakan salah satu potensi wisata baru yang rencananya dirampungkan tahun depan,” jelasnya.

Dia berharap, warga terus berkreasi, berinovasi, dan bersinergi antara pelaku usaha ekonomi kreatif, budaya, dan pemerintah. Sehingga, melalui kerja sama yang baik melalui terobosan baru dapat mempercepat kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Kota Blitar tidak punya sumber daya alam yang melimpah, sehingga harus menggerakan sektor selain usaha dan jasa melalui pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan,” pungkasnya. (mg1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#wisata sejarah #makam bung karno #Disbudpar #Kota Blitar