BLITAR - Pemerintahan Desa (Pemdes) Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, menggelar upacara adat larung sesaji di Pantai Tambakrejo, Selasa (9/7/2024) pagi. Ribuan warga antusias melihat kegiatan tersebut sejak awal hingga berakhir.
Ritual adat dimulai di depan kantor Desa Tambakrejo dengan iring-iringan larung sesaji yang hendak dibawa ke sanggar keraton atau pendapa di pinggir pantai.
Iring-iringan itu dimeriahkan lantunan musik Jawa, kelompok penari kuda lumping, disusul para warga yang memikul larung sesaji, kemudian diikuti rombongan pemdes dan lain-lain.
Isi larung sesaji berupa palawija, buah-buahan, buceng kuat, takir plontang, dan satu kepala sapi utuh yang akan dilarung ke tengah laut.
Setelah iring-iringan kirab sampai di tepi pantai, ada beberapa acara lain yaitu pembacaan doa, kemudian pentas seni dari murid SMP PGRI Wonotirto yang menampilkan tarian Bambang Cakil.
Lantas, tumpeng didoakan sesepuh desa dan diarak ke pelabuhan untuk dilarung ke tengah laut.
Kepala Desa Tambakrejo, Surani menjelaskan, tujuan larung sesaji merupakan kegiatan sedekah bumi sebagai upaya uri-uri budaya atau adat kepercayaan lokal.
Selain itu, untuk menghormati para leluhur dan memohon kepada Tuhan agar senantiasa diberikan kesehatan, panjang umur, kemudahan mengais rezeki, dan dijauhkan dari segala marabahaya serta bala.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Tambakrejo dan semua pengunjung yang hadir di larung sesaji hingga acara berlangsung sukses. Semoga warga kami selalu guyub rukun, solid, persatuan dan kesatuan semakin kuat, serta terus bersatu untuk menjaga agar budaya tidak punah," katanya.
Dia menambahkan, sebelum larung sesaji, ada beberapa ritual dilaksanakan. Antara lain, melekan atau berdoa di pinggir pantai saat dini hari sebelum acara berlangsung yang dilakukan salah seorang sesepuh desa. Tujuannya berdoa agar seluruh warga dilindungi Tuhan serta diberikan kesehatan.
Sementara itu, ketua panitia acara larung sesaji 1 Sura, Marwan Aditia mengungkapkan, kegiatan tersebut melibatkan seluruh tokoh masyarakat mulai dari RT, RW, perangkat desa, BPD, dan para pelaku seni di daerah Tambakrejo.
"Kami dari panitia berupaya merangkul semua ormas dan tokoh masyarakat di desa kami, dengan tujuan bersinergi serta bergotong royong agar acara ini sukses," ungkapnya.
Dia menjelaskan, panitia terus koordinasi dengan para instansi terkait, termasuk muspika, subramil, trantib, kamladu dan patkamla, forum nelayan lokal dan para pemilik kapal, dengan tujuan agar acara semakin meriah.
"Untuk larung sesaji, ada 5 kapal slerek serta 10 perahu speed membawa tumpeng ke tengah laut. Satu kapal patroli milik TNI AL mengawal mereka," ungkapnya.
“Semoga larung sesaji dapat menjadi daya tarik dan menambah animo wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Tambakrejo, sehingga memberikan dampak positif bagi warga sekitar,” imbuhnya.
Camat Wonotirto Marhaendra Pudji Rahardja menyampaikan, acara larung sesaji bisa memberikan manfaat bagi seluruh warga.
"Larung sesaji bisa memberikan manfaat semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan antarwarga warga Tambakrejo," ucapnya.
Salah seorang wisatawan yang hadir di acara tersebut, Abimanyu mengatakan, yang menjadi daya tarik dalam larung sesaji adalah nilai budaya yang terkandung.
"Semoga larung sesaji ini bisa terus dilestarikan, karena untuk meneruskan tradisi yang ada sejak zaman dahulu. Semoga tahun depan bisa lebih meriah," ungkapnya. (iyo/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila