BLITAR - Upacara adat larung sesaji yang di gelar Pemerintah Desa (Pemdes) Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, dibuka langsung Kepala Desa Dwi Handoko dan Bupati Blitar Rini Syarifah, Selasa (10/7/2024).
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada gelaran kali ini terdapat tujuh gunungan dari hasil pertanian dan hasil dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Dengan adanya tujuh gunungan tersebut, sebagai simbol angka tujuh ini diambil untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-700 sekaligus menjadi rangkaian.
"Angka tujuh sangat spesial terlebih jika dikaitkan dengan makna di Jawa, pitu itu pitulungan atau pertolongan,"ungkap Handoko.
Dia mengaku, larung sesaji adalah simbol masyarakat Desa Serang untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Simbol itu hasil dari pertanian di desanya dengan dibentuk gunungan.
“Dari Pemerintah Desa Serang itu menyajikan dua gunungan, lanang dan wadon. Gunungan itu berasal dari bahan baku hasil pertanian.
Dari dulu, leluhur kami melakukan wujud syukurnya dengan kegiatan larung samudra di Pantai Serang,” tutur Handoko.
Acara ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, terlihat masyarakat sekitar sangat antusias dengan berdatangan memenuhi area bibir Pantai Serang karena ingin melihat ritual tahunan ini yang di gelar setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
Selain dihadiri orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Blitar yakni Rini Syarifah, ada sejumlah kepala OPD, forkopimda Kabupaten Blitar, dan lain-lain.
"Semoga masyarakat Kabupaten Blitar dan sekitarnya merasa senang dengan agenda ini dan semoga dapat memberikan dampak positif untuk perekonomian di Blitar,"harap Mak Rini, sapaan akrab Rini Syarifah. (nan)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila