BLITAR – Persentase koperasi kategori sehat di Bumi Bung Karno mengalami kenaikan di angka 56 persen.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Dinkop, UM, dan Naker) Kota Blitar bakal memberikan apresiasi tahunan pada koperasi yang menyelenggarakan rapat anggota tahunan (RAT) tepat waktu.
Kepala Dinkop, UM, dan Naker Kota Blitar, Juyanto mengatakan, apresiasi berupa penghargaan akan diberikan kepada koperasi yang melaksanakan RAT lebih awal.
Baik Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) maupun non-KPRI. “Iya, yang RAT duluan nomor satu sampai enam mendapatkan reward dari kami. Hal itu untuk memotivasi koperasi lain agar segera RAT,” katanya Rabu (10/7/2024).
Jumlah koperasi yang ada di Kota Blitar terdata sekitar 280 koperasi. Dengan pembagian, 37 KPRI dan sisanya non-KPRI.
Meski begitu, persentase koperasi yang mencapai level sehat masih di angka 56 persen. Sebanyak 44 persen sisanya terus dipacu dan didampingi agar berada di level sehat.
Menurut dia, salah satu syarat agar koperasi bisa mencapai level sehat yakni dengan melakukan RAT rutin setiap tahun. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dalam kurun waktu setahun beroperasi.
“Biasanya ada yang melakukan RAT ketika hampir habis masa jabatannya, bukan digelar tahunan. Syarat diakui level sehat, menggelar RAT tiga tahun berturut-turut secara tepat waktu,” tegasnya.
Minimal, lanjut dia, koperasi yang ada di Kota Blitar berada dalam level cukup sehat. Sebab, jika masih level kurang sehat dikhawatirkan menjadi koperasi yang akan mendapatkan pengawasan dan akhirnya dibubarkan. Sebelumnya, sudah ada puluhan koperasi tidak sehat yang telah dibubarkan.
Dia mengaku hingga kini belum ada koperasi di Blitar yang sampai mengikuti event perlombaan skala nasional.
Maka dari itu, melalui serangkaian pendampingan yang dilakukan, pihaknya berharap bisa membawa koperasi di Blitar ke kancah nasional. “Belum ada ya yang ikut event nasional, ini masih dalam taraf pengembangan menuju ke sana,” terangnya.
Selain itu, beberapa bantuan untuk koperasi tengah dihentikan sementara waktu. Sebelumnya, sejumlah koperasi menerima bantuan dari pemprov berupa hibah untuk koperasi yang memenuhi persyaratan.
Ditambah, bantuan dari Pemkot Blitar berupa pinjaman kepada koperasi dan UMKM yang disebut dana bergilir.
“Pak Wali Kota juga sangat perhatian kepada koperasi, salah satunya dengan menggetolkan anggota ASN untuk bergabung sebagai anggota koperasi,” ungkapnya. (mg1/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila