Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ikan Koi dan Ternak Terdampak Musim Bediding, Begini Siasat yang Digunakan Peternak di Blitar

Muhamad Ilham Baha’udin • Kamis, 18 Juli 2024 | 17:00 WIB
PANTAU KESEHATAN: Pembudidaya  menggiring ikan untuk di cek kesehatannya  akibat fenomena bediding, Hari Rabu (17/7)
PANTAU KESEHATAN: Pembudidaya menggiring ikan untuk di cek kesehatannya akibat fenomena bediding, Hari Rabu (17/7)

BLITAR - Cuaca ekstrem atau masyarakat Jawa menyebutnya bediding tidak memberikan dampak pada aktivitas mayarakat.

Tapi, sektor peternakan terdampak. Salah satunya paling dirasakan oleh para pembudi daya ikan koi dan hewan ternak.

Salah satu peternak ikan koi, Handoko mengaku, akibat dari perbedaan suhu yang drastis antara siang dan malam menjadikan sejumlah ikan miliknya mengalami kondisi drop.

Hal tersebut dapat memicu penyakit bawaan atau virus yang tertidur saat ikan dalam kondisi sehat.

“Pasti ada yang mati ya, kalau mendatangkan dari tempat lain, ini juga perlu perlakuan khusus,” jelasnya kepada Koran ini Hari Rabu (17/7/2024).

Menurut dia, efek dari fenomena bediding ini dapat dicegah dengan menyiasati agar perubahan suhu tidak terlalu jauh.

Salah satu caranya dengan menambah volume air, terutama pada kolam outdoor. Selain itu dengan menambahkan pakan yang mengandung antibiotik dan kadar vitamin yang tinggi.

“Untuk saat ini, kami antisipasi dengan diberikan obat-obatan, dan dengan menambah volume air kolam untuk menjaga suhu,” terangnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar Dewi Masitoh menegaskan, fenomena bediding memang memberikan dampak gangguan metabolisme pada ikan. Akibatnya berdampak pada penurunan nafsu makan ikan.

“Dalam kondisi seperti ini biasanya mudah terserang penyakit infeksius, baik virus, bakteri, maupun jamur,” jelasnya.

Karena itu, antisipasi yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi potensi kematian massal pada ikan yakni dengan cara menjaga kualitas air, serta memperhatikan sirkulasi keluar dan masuknya air.

Selain itu, mengurangi dosis pemberian pakan dan penambahan nutrisi vitamin C. Dengan begitu, potensi kerugian materiil dapat dikurangi.

Dia mengungkapkan telah menerjunkan 3 penyuluh perikanan, 2 pengawas penyuluh perikanan, dan 3 dokter hewan di kecamatan untuk melakukan mobiling dan mengecek kondisi kesehatan ikan milik para peternak.

“Ketika ada masalah terkait ikan atau hewan ternak bisa menghubungi petugas yang siap membantu, dan kami akan terus mendampingi peternak,” ungkapnya.

Tak hanya ikan, lanjut Dewi, fenomena bediding ini juga berdampak heat stress pada hewan ternak yang berimbas penurunan produksi dan penurunan kualitas reproduksi. Bahkan dalam fenomena ini dapat berakibat kematian pada hewan ternak.

Upaya yang dilakukan untuk pencegahan yakni dengan memberikan pakan yang bergizi, mengurangi asupan pakan kering untuk sapi dan kambing, maupun pemberian vitamin untuk meningkatkan imun.

Dia mengimbau para peternak maupun pembudi daya ikan untuk memperhatikan dengan serius pemberian pakan dan nutrisi. Dengan begitu, apa yang dipelihara bisa mempertahankan sistem imun. (mg1/c1/ady)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#cuaca ekstream #blitar #budi daya ikan koi #bediding