Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dampak Cuaca Ekstrem, Harga Cabai di Kabupaten Blitar Tembus Rp 72 Ribu Per Kilo, DKPP Beri Imbauan Ini

Mohammad Syafi'uddin • Kamis, 25 Juli 2024 | 20:00 WIB
JUAL: Pedagang cabai rawit di Pasar Penataran sedang melayani pelanggannya
JUAL: Pedagang cabai rawit di Pasar Penataran sedang melayani pelanggannya

BLITAR -  Naiknya harga cabai rawit beberapa minggu terakhir ini dikarenakan cuaca ekstrim, el nino. Bahkan karena hal ini di beberpa pasar di Kabupaten Blitar harga cabai rawit satu kilogram sentuh Rp 72 ribu.

Melihat keadaan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar menghimbau agar petani memanfatkan air secara secukupnya.   

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Hikma Wahyudi, menuturkan bahwa naiknya harga cabai rawit beberapa minggu terakhir ini dikarenakan cuaca ekstrim.

“Kenaikan harga cabai rawit ini wajar, soalnya produktivitas cabai sekarang ini masi menurun. Peyebabnya ya karena cuaca ekstrim el-nino,” ujarnya.

Keadaan ini serupa dengan kejadian di tahun sebelumnya. Pasalnya, di tahun lalu adanya el-nino menyebabkan beberapa petani terpaksa gagal panen. Sehingga menyebabkan beberapa kebutuhan pokok harganya sempat melambung tinggi.

Hal ini juga berdampak pada produktivitas tanaman cabai. Karena cuaca yang cukup panas menyebabkan banyak tanaman cabai yang kering dan kurang menghasilkan.

Bahkan dari pantauanya, penurunan produktifitas ini sudah berlangsng selama dua tahun terakhir.

Untuk mengatasi hal ini, DKPP berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya agar pertanian di Kabupaten Blitar tidak mengalami keadaan yang sama dengan tahun lalu.

Usaha sementara yang dilakukan ialah memaksimalkan sumber-sumber air yang ada di sekitar pertanian.

“Sementara itu solusinya. Kita arahkan agar petani memanfatkan sumber-sumber air terdekat seperti air sungai. Nantinya itu bisa digunakan untuk irigasi tanaman cabai,” ungkapnya.

Selain memberikan arahan tersebut, Hikma juga mengungkapkan agar petani memilah tanaman yang akan ditanam di lahan yang dimiliki, dia menganjurkan agar tanaman cabai di tanam di daerah yang lokasinya dekat dengan sumber air. Hal ini diperlukan agar kebutuhan air untuk cabai rawit ini bisa tercukupi.

Sekedar informasi, beberpa minggu terkahir ini cabai rawit mengalami pelonjakan yang cukup tinggi. Bahkan di beberapa pasar harganya melonjak melebihi Rp 50 ribu.

Seperti di Pasar Penataran, Desa Penatran Kecamatan Nglegok, di tanggal 14 juli lalu harga untuk satu kilogram cabai rawit sebesar Rp 55 ribu. Kini harganya melonjak di angka Rp 65 ribu.

Kenaikan ini juga terjadi di Pasar Bendo atau biasa di kenal Pasar Tugurante, Kecamatan Ponggok. Di pasar ini untuk satu kilogram cabai rawit harganya sudah mencapai Rp 72 ribu. (mg2)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #cuaca ekstrim #Harga Cabai Rawit #harga