BLITAR - Progres pembangunan 10 palang pintu di Bumi Penataran mulai terlihat. Di beberapa titik, pos jaga palang pintu kereta api (KA) sudah mulai dibangun. Pembangunan palang pintu KA ini ditargetkan dapat selesai pada Oktober nanti.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Agus Santosa mengatakan, pembangunan palang pintu kereta ini sudah dilakukan sejak awal Juli.
Alokasi anggaran pembangunan palang pintu perlintasan KA di tiap titik sekitar Rp 300 juta. Anggaran itu sudah termasuk pembangunan pos dan palang pintunya.
“Kami menyiapkan anggaran untuk pembangunan pos jaga 10 titik ini, Rp 1 miliar dan 10 palang pintu Rp 2 miliar. Untuk target pembangunan 10 titik palang pintu perlintasan KA harus selesai pada Oktober ini, karena maksimal 3 bulan pengerjannya," ujar Agus.
Sepuluh titik palang pintu perlintasan KA itu berada Kecamatan Talun, Wlingi, Garum, dan Sanankulon.
Tidak hanya itu, ada dua palang pintu yang dibangun oleh Dishub Jawa Timur untuk percepatan pembangunan palang pintu.
Diharapkan, adanya pembangunan 10 palang pintu baru dapat menambah keselamatan pengendara di perlintasan sebidang.
Meskipun begitu, masyarakat terus berhati-hati karena masih banyak titik yang belum berpalang pintu.
Agus menyebut, Dishub Kabupaten Blitar juga sedang proses rekrutmen petugas penjaga perlintasan palang pintu KA.
Dishub memprioritaskan warga yang tinggal di dekat lokasi palang pintu perlintasan. Sebab dianggap lebih praktis dan bermanfaat untuk sekitar jika warga setempat yang menjadi petugas jaga palang pintu.
"Para petugas penjaga palang pintu perlintasan KA akan kami beri pelatihan. Kalau bisa, kami mencari warga sekitar lokasi untuk menjadi petugas penjaga palang pintu perlintasan KA," ungkapnya.
Menurut Agus, dengan pembangunan 10 titik palang pintu perlintasan KA tahun ini, berarti masih ada 34 titik perlintasan KA di Kabupaten Blitar yang belum berpalang pintu. Ke depan, titik perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu akan dibangun secara bertahap.
“Kami pastikan semua perlintasan sebidang yang direkomendasi Pemprov Jatim dapat dibangun palang pintu,” pungkasnya. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila