Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Donkus Super Lembut, Camilan Kekinian Nan Sehat Tanpa Minyak Goreng

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Minggu, 28 Juli 2024 | 19:52 WIB
UNIK: Donkus memiliki sensasi lembut saat dikunyah dan kini populer di kalangan anak muda
UNIK: Donkus memiliki sensasi lembut saat dikunyah dan kini populer di kalangan anak muda

BLITAR - Camilan donat yang umum di masyarakat identik dengan bentuknya yang bulat dan cara masaknya digoreng dengan minyak panas, lalu ditaburkan topping meses di atasnya.

NAMUN, semakin berkembangnya zaman dan inovasi, kini donat tak hanya bulat bolong di tengah dan meses sebagai topping yang menggiurkan.

Bahkan, dengan bentuk yang berbeda, donat kini punya istilah yang berbeda pula. Salah satunya, donkus atau donat kukus.

Donkus merupakan inovasi donat dengan adonan dan bahan-bahan yang sama, namun bukan digoreng, melainkan dikukus untuk mendapat sensasi kelezatan donat yang berbeda dan lebih sehat. 

Selain itu, camilan ini cukup populer, terutama di kalangan anak muda. Miliki sensasi yang lembut saat dikunyah dan manisnya topping lumer yang bisa dipilih sesuai selera, tentu saja menjadi kudapan yang banyak diburu.

Salah satu pembuat dan penjual donkus di Blitar, Asmaul Nur Azizah, membenarkan hal tersebut. Kalangan mudalah yang selalu membuat dagangannya ludes tiap harinya.

Donkus yang dibuat juga bervariasi. Para pembeli bisa memilih ukuran sesuai bujet. Ada yang kecil Rp 5 ribu, sedang Rp 10 ribu, dan besar Rp 15 ribu.

“Iya, memang saya sesuaikan bujet dan isi donkusnya, seperti Rp 5 ribu isi dua, Rp 10 ribu isi 4, biar anak-anak sekolah juga bisa beli,” ungkapnya, Jumat (26/7). 

Asmaul juga menyediakan varian rasa dan topping yang bisa dipilih oleh pembeli. Seperti rasa cokelat, tiramisu, greentea, taro, dan stroberi. Lalu, topping-nya ada keju, meses, choco chips, dan oreo.

Dia mengatakan, calon pembeli hanya bisa memesan melalui sistem PO atau pre order. Agar bisa lebih hemat waktu untuk memasak banyak pesanan sekaligus.

“Biasanya saya sekali buka PO itu bisa sampai buat 30 kotak donkus untuk berbagai ukuran. Rinciannya, isi 2 atau Rp 5 ribuan 10 kotak, isi 4 atau Rp 10 ribuan 10 kotak, isi 6 atau Rp 15 ribuan 10 kotak,” katanya.

Baca Juga: Manis dan Gurihnya Kuliner Bebek Bakar Madu, Jadi Pilihan Saat Berwisata ke Blitar, Begini Rahasia Agar Tekstur Lembut

Selain sistem PO, Asmaul yang dibantu dengan adiknya, juga menjajakan dagangannya di bazar umum di Kota Blitar saat event ataupun ada acara.

Dia mengatakan lebih memilih menjual donkus daripada donat yang digoreng seperti umumnya.

Karena selain lebih menghemat minyak, masih jarang penjual donkus di daerahnya.

Diketahui, menggoreng donat membutuhkan minyak goreng (migor) yang banyak. Karena itu, dia merasa membuat donkus juga lebih efisien karena sekarang harga minyak sedang naik.

“Lebih pilih jualan donkus sih. Karena pertama, donat goreng udah banyak yang jualan. Selain itu, donkus nggak perlu banyak minyak, jadi efisien karena harga minyak lagi mahal,” pungkasnya. (han/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#donat kukus #donat #kekinian #inovasi #camilan