BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar sedang fokus menghidupkan suasana malam hari di kota. Sejumlah fasilitas pendukung terus dibangun secara bertahap, salah satunya adalah lampu penghias jalan.
Seperti diketahui, keberadaan lampu-lampu hias itu sudah terlihat di jalan protokol Bumi Bung Karno.
Seperti di antaranya lampu bando di sebagian Jalan Sudanco Supriadi, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Merdeka, serta lampu hias di pedestrian Jalan Ir Soekarno akses menuju wisata Makam Bung Karno (MBK). Rencananya, lampu hias juga bakal dipasang di pedestrian komplek Monumen PETA.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar Jajuk Indihartati mengungkapkan, lampu bando di atas ruas jalan bertujuan untuk menambah daya tarik kota pada malam hari. Sehingga, kesan gemerlap di malam hari semakin terasa.
"Ya, ini sesuai dengan kebijakan pemkot yang ingin menghidupkan suasana malam hari agar semakin gebyar," terangnya kepada Koran ini kemarin.
Selain itu, keberadaan lampu bando tersebut otomatis menjadi ikon Kota Blitar. Apalagi, lampu hias yang dipasang menggambarkan wajah Bung Karno. Namun, belum semua ruas jalan di Kota Blitar dipasangi lampu bando tersebut.
Jajuk mengaku, lampu bando memang belum banyak dipasang di ruas jalan. Sebab, anggaran daerah untuk pengadaan terbatas.
"Saat ini ada sekitar 20 lampu. Kami belum berencana menambah lagi karena ada kegiatan lain yang lebih membutuhkan anggaran," terangnya.
Sekadar diketahui, pengadaan lampu bando tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar. Beberapa waktu lalu, salah satu lampu bando terbakar karena korslet.
"Yang pasti secara berkala lampu-lampu bando ini kami cek kondisinya. Jika ada kerusakan langsung diperbaiki. Pemeliharaan rutin kami lakukan," katanya.
Sementara itu, pemkot juga akan menghidupkan suasana malam hari di kompleks Monumen PETA.
Rencana itu diawali dengan membangun pedestrian dan lampu hias. Tujuannya juga untuk menggerakkan roda ekonomi kreatif di malam hari. (sub/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila