BLITAR - Angkutan pelajar gratis yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar sudah beroperasi sejak tahun ajaran baru pada Senin (15/7) lalu. Namun, dari 10 armada, masih dua armada yang aktif antar jemput siswa.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Blitar, Amir Bharata mengatakan, delapan kendaraan yang belum beroperasi merupakan kendaraan sewa.
Tidak beroperasinya beberapa bus karena dishub belum memiliki anggaran untuk sewa ulang.
“Minibus yang beroperasi milik kita sendiri. Itu menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Kedua kendaraan tersebut hanya beroperasi di dua trayek. Satu di Kanigoro sekitarnya, lalu kedua di simpang empat Gawang sampai Kademangan. Untuk rencana mulai beroperasi delapan kendaraan lainnya, dishub belum bisa memastikan.
Menurut dia, pengajuan anggaran masih dalam proses penyusunan perubahan anggaran pendapatan belanja daerah (P-APBD). Maka, perlu beberapa tahap lagi agar kendaraan sewa beroperasi.
“Masih menunggu. Apakah nanti dapat tambahan anggaran atau tidak, kami belum tahu. Saat kita input data di sistem informasi pemerintah daerah (SIPD), belum ada anggaran sewa kendaraan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan bahwa sewa kendaraan mahal. Setiap unit dapat Rp 1,3 juta per hari. Jika delapan unit dan 22 hari beroperasi, maka butuh sekitar Rp 143 juta dalam 5 bulan.
Di semester awal tahun ini, untuk beroperasinya kendaraan bus harus menggelontorkan Rp 800 jutaan.
Dia memastikan pada tahun 2025 Pemkab Blitar bisa memaksimalkan bus sekolah yang ada. Itu lantaran anggaran penyewaan kendaraan pelajar sudah direncanakan.
“Tahun 2025 dipastikan dapat kucuran sekitar Rp 1,8 miliar untuk satu tahun pelayanan bus sekolah,” ungkapnya. (mg2/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila