Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

3 Fakta Unik Kabupaten Blitar yang Jarang Diketahui, Mulai dari Julukan The Land Of Kings Sampai Penjajahan Jepang

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 00:05 WIB
Julukan Blitar land of kings
Julukan Blitar land of kings

BLITAR - Kabupaten Blitar merupakan salah satu daerah yang masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Timur.

Secara geografis, tempat dimakamkannya Bung Karno ini terletak di sebelah selatan kerajaan Dhoho (sekarang Kabupaten Kediri), di barat berbatasan dengan sungai Brantas (Kabupaten Tulungagung), Kabupaten Malang di sebelah timur, dan di sebelah selatan secara langsung berbatasan dengan Samudera Hindia.

Selain geografisnya yang menawan, Kabupaten Blitar juga memiliki julukan bumi Proklamator, karena disinilah tempat disemayamkannya presiden pertama RI, yaitu Bung Karno, sang penggebrak kemerdekaan lewat pidato-pidatonya yang menyentuh.

Namun, Kabupaten Blitar memiliki seribu fakta unik yang jarang diketahui orang dan kita akan membahasnya dalam tulisan ini. Berikut 3 fakta unik Kabupaten Blitar yang akan menambah wawasan kita.

1) The Land of Kings

Mungkin selain masyarakat Blitar sendiri masih ada yang kurang tahu, bahkan julukan ini sudah menjadi tagline dari kabupaten Blitar.

Pemberian julukkan ini didasarkan pada tempat persemayaman para raja-raja besar Nusantara.

Kerajaan tersebut meliputi Kadiri yang terkenal dengan ramalan Jaya Baya Singasari, dan Majapahit dengan keagungan sumpah Palapa patih Gadjah Mada. Selain itu, raja-raja besar Nusantara juga berasal dari Blitar seperti Singasari dan Majapahit.

2) Kompleks Pemakaman Raja Nusantara (Candi Penataran)

Candi Penataran terletak di lereng gunung Kelud yang masih masuk kedalam Otonomi daerah Blitar.

Kompleks candi penetaran dulunya dibangun pada zaman Kerajaan kediri, hal ini terbukti dengan tulisan yang berangka 1197 Masehi.

Seusai keruntuhan Kerajaan Kediri, candi penataran jatuh ke tangan Singasari yang dipimpin oleh raja Kartanegara. Candi ini memiliki fungsi sebagai tempat ibadah dan disemayamkannya abu raja- raja terdahulu.

3) Tragedi Pemberontakan PETA

PETA adalah kepanjangan dari pasukan Pembela Tanah Air yang didirikan oleh Jepang untuk membantu tantaranya dalam perang Asia-Pasifik. Kemudian beberapa waktu menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, pasukan PETA bergrilya menentang penjajah Jepang.

Tepat pada tanggal 14 Februari 1945, pemberontakan pasukan PETA secara besar-besaran terjadi dan diakhiri dengan ditangkapnya Sudanco Suprijadi sang pimpinan.

Namun, banyak orang mengatakan bahwasannya yang ditangkap tantara Jepang bukanlah Suprijadi, melainkan orang yang mirip dengannya. Lantas kemana sekarang Suprijadi, apakah masih hidup atau sudah meninggal? Sungguh pertanyaan sulit.

Itulah pemaparan mengenai keunikan Kabupaten Blitar yang jarang diketahui oleh kebanyakan masyarakat. Semoga pembahasan diatas bisa membuat kita paham sekaligus menambah wawasan kita terkait salah satu Kabupaten di sebelah Selatan Provinsi Jawa Timur ini. (nis)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Bung Karno #Kabupaten Blitar #fakta