BLITAR - Sebanyak 17 mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM UB) menjalankan program Kerja Kuliah Nyata (KKN) di Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, sejak Senin (8/7) hingga Sabtu (3/8).
Selama periode tersebut, program KKN berfokus pada pembuatan dan peresmian web resmi untuk Desa Papungan.
Wakil koordinator dari kelompok 12 KKN Desa Papungan, Putri Torsia Aura Prameswary mengatakan, selain web resmi untuk desa tersebut, juga akan memberikan kemudahan untuk Desa Papungan dalam mengakses sumber informasi maupun menyebarkan informasi dan pastinya data masyarakat untuk memberikan kemudahan.
“Untuk puncak dari kegiatan itu adalah peresmian web yang berlangsung meriah pada Selasa (30/7) lalu,” ujar Riri, sapaan akrabnya.
Dalam peresmian web resmi Desa Papungan, turut dihadiri seluruh perangkat desa, dan masyarakat.
Terlihat antusias seluruh warga Desa Papungan menyambut peresmian salah satu program unggulan mahasiswa KKN dari kelompok 12.
Ketua KKN kelompok 12 Universitas Brawijaya Ahmad Zaki saat membuka sambutan peresmian web mengatakan, jika peresmian web ini merupakan salah satu program fokus pada KKN kelompok 12 dalam membangun percepatan digitalisasi untuk desa.
Pada puncak acara peresmian web dimulai dengan pemaparan program kerja yang telah dilaksanakan kurang lebih 1 bulan, kemudian persembahkan video profile untuk makam Mbah Moedjair sebagai salah satu branding Desa Papungan.
Program KKN dilakukan mahasiswa FILKOM UB ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat untuk melek akan literasi digital, sehingga bisa mendukung perkembangan ekonomi di Desa Papungan.
Kepala Desa Papungan Qudlori memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN dari Universitas Brawijaya.
“Alhamdullillah dengan fokusnya rekan-rekan mahasiswa KKN dari Universitas Brawijaya masyarakat sangat terbantu dengan adanya web yang nantinya bisa menjadi platform untuk memberikan informasi yang lebih cepat dan akurat,” tandasnya.
Selain itu, dengan mengkaji kembali makam Mbah Moedjair dan membuatkan video profile, nantinya akan menjadi branding bagi Desa Papungan, sehingga berdampak pada peluang meningkatnya ekonomi masyarakat.
“Untuk itu dengan adanya web, diharapkan Desa Papungan dapat lebih ber-kembang dan dikenal luas, baik dari segi teknologi informasi maupun pariwisatasejarah,” pungkasnya. (guh/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila