BLITAR – Stadion Soeprijadi bakal menjadi home base Arema FC di musim kompetisi Liga 1 tahun ini. Tim Risk Assesment Mabes Polri mulai lakukan asesmen kesiapan stadion, Sabtu (3/8/2024).
Ketua Tim Risk Assesment Mabes Polri, Kombes Pol Sutan Ginting mengungkapkan asesmen ini bakal dilaksanakan selama tiga hari. Yakni, mulai pada 3 hingga 5 Agustus.
“Dalam asesmen ini akan kami cek dokumen kunjungan lapangan dan sebelum penutupan akan ada diskusi,” terangnya.
Kegiatan asesmen ini, lanjut dia, merupakan tindak lanjut dari asesmen pada awal 2023 lalu. Pada kesempatan ini, pihaknya melakukan pantauan pada segala aspek kesiapan untuk berjalannya Liga 1 tahun ini.
Tentunya, hasil dari asesmen tersebut menjadi dasar kelayakan Stadion Soeprijadi menjadi lokasi perhelatan Liga 1 pekan depan.
Menurut dia, berdasarkan pantauan sementara, kondisi di Stadion Soeprijadi telah berkembang secara signifikan.
Kendati begitu, pihaknya terus melakukan pengecekan pada semua kondisi stadion, mulai dari kelengkapan dan fasilitasnya.
“Kalau kami lihat sepintas sudah lumayan perkembangannya. Cukup layak untuk pertandingan Liga 1,” jelasnya.
Dia berharap, pada asesmen ini tidak ada lagi temuan-temuan dari hasil asesmen pada 2023. Dia menargetkan, kelayakan stadion ini bisa selesai pada 10 Agustus. Sebab, waktu untuk perlombaan kian menipis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar M. Aminnurcholis mengungkapkan asesmen kali ini menjadi penentu kelayakan Stadion Soeprijadi digunakan sebagai home base Arema dalam Liga 1.
Untuk itu, seluruh arahan dari tim asesmen harus ditindaklanjuti. Termasuk hasil asesmen sebelumnya dan catatan dari hasil audiensi dengan wali kota Blitar.
“Maka dari itu, dalam rekomendasi, kami cantumkan Stadion Soeprijadi ini bisa digunakan sebagai home base Arema FC dengan catatan tetap melaksanakan hasil asesmen pada tahun 2023 dan hasil audiensi dengan wali kota,” tegasnya. (mg1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila