BLITAR - Peringatan Hari Jadi Ke-700 Blitar mencapai puncaknya, Senin (5/8). Momen ini ditandai dengan prosesi Pisowanan Agung.
Acara yang digelar di Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro ini dimaknai sangat dalam oleh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.
Tampak hadir jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Blitar, jajaran pemerintah desa dan kecamatan se-Kabupaten Blitar, dan sejumlah pejabat terkait di acara kemarin.
Prosesi diawali dengan upacara budaya di Alun-Alun Blitar. Tepatnya, pada pukul 07.00. Rangkaian acara selanjutnya adalah kirab pusaka, kitab, dan lambang 248 desa dan 22 kecamatan menuju Pendapa Agung Ronggo Hadi Negoro.
Sesampainya di sana, pusaka, kitab, dan lambang diserahkan kepada Bupati Blitar selaku pimpinan daerah.
Bupati Blitar Rini Syarifah mengungkapkan Pisowana Agung ini merupakan wujud syukur. Bahwa Blitar yang usianya sudah menginjak 7 abad ini sudah memberikan usia matang.
Dia ingin masyarakat Kabupaten Blitar saling membantu mewujudkan Blitar yang maju dan sejahtera.
“Kami sudah diskusi dengan ibu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Jatim). Bahwa Pisowanan Agung ini dapat diangkat menjadi agenda tahunan Jatim. Beliau sangat mengapresiasi karena ini acara unggulan kabupaten, sehingga cocok untuk dibawa ke provinsi hingga nasional,” ujar Mak Rini, sapaan akrabnya.
Mak Rini menyebut, Pisowanan Agung ini tidak sekedar ritual. Namun juga budaya yang harus dilestarikan sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong.
Karena memiliki makna gemah ripah loh jinawi adem ayem tentrem, merupakan karakter dari masyarakat Kabupaten Blitar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melihat acara hari jadi di Kabupaten Blitar ini sebagai potensi untuk mendulang ekonomi.
Sebab, dia juga melirik potensi wisata ekonomi di Bumi Penataran ini, maka Pemkab Blitar menawarkan diri terhadap wisata-wisata yang dimiliki.
“Meskipun begitu, banyak hal harus dicapai Kabupaten Blitar. Tentu harus dikejar, misalnya bidang pendidikan, karena indeks pembangunan manusia masih di angka 72,48. Maka dari itu, kami sampaikan kini infrastruktur, kesehatan dan layanan lain masih berproses hingga kini,” pungkasnya. (jar/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila