BLITAR - Progres pembangunan gedung rawat inap delapan lantai milik RSUD Ngudi Waluyo sudah menyentuh 27,29 persen.
Meski begitu, ada deviasi yang akan dapat diatasi oleh pihak rumah sakit dengan penambahan pekerja. Itu diketahui usai Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar melakukan kunjungan Selasa (6/8/2024).
Pembangunan gedung delapan lantai yang kini sedang digarap RSUD Ngudi Waluyo menjadi proyek startegis daerah. Maka, proyek tersebut mendapat pendampingan dari Kejari Blitar untuk dapat selesai dengan aman dan lancar.
“Kami datang berkunjung ke RSUD Ngudi Waluyo sebagai Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Negeri Blitar. Kami mencatat progres fisik pembangunan pada minggu ke-20 mencapai realisasi 27,29 persen,” ujar Kepala Kejari Blitar, Baringin.
Meski begitu, terdapat deviasi sebesar 0,02 persen karena beberapa permasalahan terkait keterlambatan pekerjaan struktur dan instalasi MEP pada proyek gedung rawat inap delapan lantai ini.
Saat ini, pekerjaan yang dilakukan meliputi pembesian kolom, pengecoran kolom, bekisting balok, pelat lantai, pembesian pelat lantai dan balok, serta pemasangan bata dan plesteran dinding, instalasi air kotor, dan pipa conduit.
Tim PPS Kejari Blitar memberikan rekomendasi. Yakni, perlunya evaluasi harian dan peningkatan kerja untuk mencapai target progres yang ditetapkan.
Selain itu, mereka juga menyarankan penambahan tenaga kerja pada pekerjaan struktur dan arsitektur.
“Sejauh ini pekerjaan pembangunan gedung rawat inap delapan lantai berjalan lancar. Tentu harus diiringi dengan koordinasi intensif dengan Tim PPS Kejari Blitar dalam mengatasi permasalahan lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, PPK pembangunan gedung rawat inap delapan lantai RSUD Ngudi Waluyo, Zuin Sulaini mengatakan, sejauh ini proyek yang dipegangnya berjalan tepat waktu.
Kini progresnya sudah terpenuhi sekitar 27 persen. Bahkan, capaian itu mendapatkan apresiasi dari Kejari Blitar.
Disinggung terkait adanya deviasi pada pembangunan gedung delapan lantai ini, Zuin menanggapi dengan positif.
Sebab masih berjalan dengan lancar hingga selama ini. Selain itu, deviasi tersebut hanya sedikit dan masih bisa ditangani.
“Nanti akan kami tambah pekerjaan jika dibutuhkan pada bidangnya. Karena tiap zona ada pekerjanya sendiri. Sehingga bila ada zona yang sudah mulai pasang aluminium composite panel (ACP), nanti akan ditambah pekerjanya,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila