Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemkot Blitar Bakal Tarik Pajak Tiket-Retribusi Stadion Soeprijadi Selama Arema FC Berlaga, Segini Besarannya

M. Subchan Abdullah • Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:35 WIB
KERJA KERAS: Dua pekerja tampak sedang mengecat nomor kursi di tribun penonton.
KERJA KERAS: Dua pekerja tampak sedang mengecat nomor kursi di tribun penonton.

BLITAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bakal menerapkan retribusi dan pajak daerah dalam laga Arema FC di BRI Liga 1 di Stadion Soeprijadi. Kebijakan itu sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar Aminurcholis menjelaskan, pembayaran retribusi dan pajak atas penggunaan stadion menjadi kewajiban pengguna manfaat. Sebab, stadion merupakan aset milik pemkot.

”Ya, terkait retribusi dan pajak daerah akan dituangkan dalam perjanjian bersama Arema FC. Biaya yang dikenakan sesuai perda (peraturan daerah, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Besaran biaya retribusi tersebut, jelas dia, disesuaikan dengan masa pemanfaatan stadion. Termasuk juga pengenaan biaya untuk pemanfaatan sumber daya listrik.

”Poin-poin yang dikenakan retribusi dan pajak dituangkan dalam perjanjian tersebut. Semuanya kami sesuaikan dengan perda yang ada,” jelasnya.

Dispora memperkirakan total tarif retribusi yang dikenakan kepada Arema FC sebesar Rp 50 juta. Pengenaan retribusi tersebut berlaku selama tim berjuluk Singo Edan itu menggunakan Stadion Soeprijadi sebagai home base.

Sesuai kesepakatan dengan Pemkot Blitar, Arema FC akan memanfaatkan stadion dalam enam laga.

Menurut Cholis, angka retribusi tersebut masih bisa berubah menyesuaikan perkembangan di lapangan. Tak menutup kemungkinan ada tambahan pemanfaatan fasilitas lain stadion.

”Terkait retribusi ini terus kami komunikasikan dengan pihak Arema FC. Yang pasti, kami sesuai dengan perda yang berlaku,” tuturnya.

Selain retribusi, Arema FC nanti juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak daerah. Pajak yang akan ditanggung oleh tim berjuluk Singo Edan ini adalah pajak hiburan dan pajak penggunaan Stadion Soeprijadi. Seperti pajak hiburan akan dikenakan pada penjualan tiket pertandingan Arema FC.

Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar Widodo Saptono Johannes mengatakan, pemkot akan mengenakan pajak pada tiket pertandingan Arema FC di Liga 1. Selain tiket, pajak juga diberlakukan untuk pemanfaatan aset berupa Stadion Soeprijadi. ”Untuk besaran pajak tiketnya 10 persen,” jelasnya.

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Blitar, hari ini dijadwalkan manajemen Arema FC kembali bertemu dengan Pemkot Blitar.

Pertemuan itu membahas kelanjutan audiensi usai Stadion Soeprijadi dinyatakan resmi menjadi home base Arema FC untuk laga Liga 1 musim 2024-2025. Rencana pertemuan dengan Pemkot Blitar pada hari ini tersebut dibenarkan oleh Manajer Operasional Arema FC Sudarmaji. ”Ya, Mas,” katanya singkat.

Terkait harga tiket, manajemen Arema FC sudah memastikan untuk tarif tiket pertandingan kategori ekonomi sebesar Rp 150 ribu. Tiket kategori lainnya masih dalam tahap penyesuaian.

”Memang ada desakan dari masyarakat, khususnya Aremania, untuk segera merilis tiket online agar bisa segera dibeli. Terkait harga, mereka masih sangat memahami,” ungkap General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, melalui keterangan resmi secara tertulis, kemarin.

Manajemen berterima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah mendukung. Termasuk pihak-pihak yang memberi masukan terkait harga tiket.

”Namun, perlu diingat bahwa manajemen telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perbaikan dan renovasi Stadion Soeprijadi agar sesuai dengan regulasi Liga 1," jelas Inal, sapaan akrabnya.

Terkait alasan pemilihan Stadion Soeprijadi Kota Blitar sebagai home base Arema FC, jelas dia, karena mempertimbangkan jarak tempuh dan ongkos perjalanan. Khususnya bagi para suporter Arema FC atau Aremania.

“Dibandingkan dengan opsi sebelumnya seperti Bali atau Bantul, jarak tempuh dari Malang ke Blitar tentu jauh lebih dekat. Kami berharap Aremania bisa memahami kondisi ini dan berpikir realistis,” tandasnya. (sub/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Stadion Soeprijadi #Dispora #liga 1 #Arema FC #Kota Blitar